Lindungi Kesehatan Anak Dengan Imunisasi

Akhir-akhir ini banyak media massa yang mengangkat berita tentang keraguan terhadap imunisasi, isu kejadian setelah imunisasi (KIPI), isue halal-haramnya vaksin, isu kandungan zat berbahaya dalam vaksin dan beragam antivaksinasi lainnya. Tapi sedikit sekali, malah hampir gak ada media masa yang mengangkat berita tentang anak yang sakit karena tidak mendapatkan vaksinasi.


Miris memang, karena bangsa kita lebih cepat menanggapi berita hoax dan miring dibandingkan dengan berita yang benar. Data menunjukkan terdapat 1.716.659 anak yang belum mendapat imunisasi dan imunisasinya tidak lengkap. Padahal Imunisasi adalah hak anak Indonesia untuk menjadi sehat.


Dalam Memperingati Pekan Imunisasi Nasional, yang jatuh pada tanggal 25-30 April 2018, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengadakan seminar tentang Pentingnya Imunisasi Pada Anak. Pemberian imunisasi universal bagi seluruh anak tanpa kecuali masih merupakan tantangan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya promosi kesehatan, baik pemerintah, organisasi profesi, LSM, mitra swasta, masyarakat, dan lainnya.


Lalu apakah itu Vaksin? 

"Vaksin adalah suatu produk yang menghasilkan kekebalan terhadap penyakit dan dapat diberikan melalui jarum suntik, melalui kulit atau di berikan dengan melalui mulut juga dapat dengan penyemprotan."

"Vaksinasi adalah tindakan penyuntikan organosme yang mati atau di lemahkan selanjutnya akan menghasilkan kekebalan tubuh terhadap organisme tersebut."

Lima vaksin imunisasi dasar lengkap:

• Vaksin hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B dan kerusakan hati. Vaksin ini diberikan 1 kali pada bayi baru lahir yang berusia kurang dari 7 hari. Saat bayi baru lahir, biasanya bayi akan langsung diberikan vaksin ini.

• Vaksin BCG untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Vaksin ini diberikan 1 kali pada bayi yang berumur 1 bulan.
Vaksin DPT-Hepatitis B untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, dan hepatitis B. Vaksin ini diberikan 3 kali, yaitu pada saat bayi berumur 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

• Vaksin polio untuk mencegah polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan dan tungkai kaki dan lengan. Vaksin ini diberikan 4 kali, yaitu pada saat bayi berumur 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

• Vaksin campak untuk mencegah campak. Campak dapat menyebabkan komplikasi radang paru, radang otak, dan kebutaan. Vaksin campak diberikan 1 kali saat bayi berumur 9 bulan.


Penyakit berbahaya yang dapat di Cegah dengan vaksinasi dalam satu sediaan:

1. Difteri
Merupakan penyakit saluran pernapasan bagian atas. Sangat menular. Disebabkan oleh Bakteri Corynebacterium diphtheriae, penularannya melalui udara . Penyakit Difteri bisa menyebabkan kematian jika tidak cepat ditangani. Kematian karena penyakit digteri disebabkan oleh tersumbatnya jalan nafas olegm selaput putih dan peradangan jantung (miokarditis).

2. Tetanus
Penyakit tetanus ini biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir  karena tali pusat terinfeksi kuman tetanus, akibat perawatan dan pemotongan tali pusat yang salah atau tidak bersih. Gejala dari penyakit tetantus yaitu kaku otot mulut, kejang dan kaku pada badan. Penyakit tetanus juga bisa menyebabkan kematian karena kesulitan makan dan minum pada anak atau karena tetanus menyerang otak.

3. Pertusis
Penyakit ini di sebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis dan cara penularannya melalui udara seperti berain dan batuk. Penyakit pertussi ini menyebabkan infeksi saluran nafas. Ada beberapa gejala dari penyakit ini yaitu batuk terus menerus, penumpukam lendir di saluran napas, pada sata batuk muka menjadi merah atau kebiruan namun kadang juga bercampur darah, batuk diakhiri napas panja dan bunyi melengking, penyakit ini juga sering di sebut batuk jangka panjang karena batuknya itu bisa sampai 10 minggu.

Komplikasi utama pada penyakit Pertusis yaitu gangguan fungsi otak karena kekurangan oksigen, radang paru dan kematian karena bayi tersedak dan sulit bernafas.

4. Haemophilus influenzae tipe B
Penyakit ini menyebabkan oleh bermacam-macam infeksi misalnya saja meningitis (radang selaput otak), infeksi berat seperti (pneumonia (infeksi paru), bacteremia (infeksi darah), cellulitis (infeksi kulit menyeluruh), septic arthritis (radang sendi) dan epiglotitis (radang tenggorokan).

Penularannya penyakit ini yaitu melalui udara.

5. Poliomielitis
Penyakit ini akibat infekasi melalui saluran pencernaan. Virus masuk melalui makanan dan berkembang biak di kelenjar bening saluran cerna lalu menyebar ke dalam darah menuju sistem saraf yang dapat mengakibatkan kelumpuhan dan cacat seumur hidup. Tinja atau kotoran yang mengandung virus polio sangat menular dan virus tersebut dapat hidup di tinja selama 100 hari.

6. Hepatitis B
Penyakit hepatitis ini menyebabkan radang hati dan kanker hati. Untuk penularannya sendiri yaitu melalui darah, suntikan, kulit atau hubungan seksual. Pada ibu hamil yang menderita hepatitis B ini bisa menularkan ke janinnya. Penyebab dari penyakit ini yaitu virus Hepatitis B.

Gejala dari penyakit Hepatitis B: Berat badan berkurang, tanpa gejala yang nyata pada bayi, hati membesar , perut membengkak berisi cairan, kulit pun berwarna kuning. Bila dibiarkan penyakit hepatitis B bisa menyebabkan kematian.

7. Tuberculosis (TB)
Penyakit menular yang bisa di sembuhkan. Penularan TB paling umum terjadi melalui udara. Ketika seseorang yang telah mengidap penyakit TB batuk, bersin, atau berbicara dengan memercikkan ludah, maka bakteri TB akan ikut melalui ludah tersebut untuk terbang ke udara. Selanjutnya, bakteri akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirup.

8. Rubella
Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan biasanya berdampak ringan pada anak, namun infeksi yang mengenai wanita hamil pada trimester awal kehamilan dapat menyebabkan kematian bayi atau sindrom rubella kongenital.

Banyaknya penyakit menular yang menimbulkan kematian yang bisa dicegah dengan imunisasi. Karena Vaksin yang diberikan saat imunisasi bisa memberikan kekebalan spesifik pada penyakit tertentu, mencegah kesakitan, kecacatan, bahkan kematian.

Sayangnya, beberapa orangtua takut anaknya sakit setelah mendapat imunisasi, sehingga bayi pun tidak mendapat vaksin yang dibutuhkan. Hal pini tak hanya membahayakan buah hati, tapi juga anak-anak lain di sekitarnya. Di sini perlu kesadaran para orang tua untuk memberikan imunisasi dasar dan  tambahan kepada buah hatinya untuk melindungi mereka dari penyakit yang mematikan di masa yang akan datang.

Manfaat Imunisasi Dasar : 

• Untuk menjaga daya tahan tubuh anak
• Mencegah penyakit menular berbahaya
• Mencegah kecacatan dan kematian
• Menjaga dan membantu anak untuk tumbuh berkembang secara optimal.

Dampak setelah imunisasi akan selalu ada dan berbeda-beda. Ada yang demam, nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, tidak mau makan, rewel dan lainnya. Hal ini sebenarnya normal terjadi dan tidak akan berlangsung lama, ini merupakan respon tubuh terhadap zat baru yang masuk ke dalam tubuh. Rasa sakit yang ditimbulkan karena imunisasi jauh lebih baik ketimbang rasa sakit yang dirasakan anak jika tidak diberi imunisasi. Anak bisa menderita penyakit yang lebih berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian, jika ia tidak mendapatkan imunisasi.

Dengan melakukan imunisasi pada bayi, berarti kita melindungi buah hati dari berbagai penyakit. Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh anak akan membantu sistem kekebalan tubuhnya untuk membentuk antibodi, yang berfungsi untuk melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuhnya. Ini dapat mencegah anak terkena berbagai macam penyakit yang berbahaya. Lebih jauh dari itu, imunisasi dapat menyelamatkan hidup anak-anak kita.