Ngobrol Asik Bareng Tempodotco, Berinvestasi Pada Perempuan Petani

Perempuan petani adalah salah satu pihak yang ikut berjasa dalam proses budidaya pertanian tradisional. Perempuan nyaris kehilangan akses ekonomi dalam proses produksi pertanian pasca adanya pergeseran pola pertanian dari tradisional ke arah modern yakni kembali tersedianya lahan - lahan pertanian yang dapat digarap.


Luas lahan pertanian negara kita saat ini sekitar 7,78 juta hektare (ha). Berarti harus ada penyesuaian terhadap kemajuan teknologi pertaniandan permodalan namun dengan tetap menjaga kekhasan budaya bangsa Indonesia. Terutama kaum perempuan petani.

Menjadi petani itu tidak mudah, apalagi bagi perempuan petani di Indonesia. Hingga saat ini perempuan petani di Indonesia harus menghadapi 2 stigma, yaitu tidak diakui sebagai pemberi nafkah utama keluarga dan tidak diakui sebagai petani meski melakukan kerja yang sama dengan laki-laki petani. Buruh Perempuan selalu diberi upah lebih kecil dari buruh laki-laki meskipun dia melakukan tugas yang sama.

Peran perempuan petani di dalam mata rantai pertanian sangat fundamental dan mendasar, karena seringkali mereka banyak ditempatkan di posisi kunci di proses agrikultur. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2013 menyatakan, jumlah petani muda di Indonesia saat ini adalah 3,359,587 dimana 25% atau seperempatnya adalah petani perempuan.

Mayoritas perempuan petani tersebut adalah buruh tani yang hidup di bawah garis kemiskinan karena mereka diberi diupah lebih rendah atau setengahnya dari upah petani laki-laki padahal dengan jam dan beban kerja yang sama. Mengubah mindset para petani merupakan salah satu PR besar bagi semua pihak.

Masalah utama yang dihadapi perempuan petani:
• Ketidakadilan terhadap upah
• Sering tidak dibayar
• Ketinggalan modernisasi karena kurangnya sosialisasi teknologi pertanian
• Kencangnya isu pemberdayaan gender bahwa hasil tani yang dihasilkan kurang berkualitas
• Kurangnya perlindungan ketenagakerjaan untuk petani perempuan
• Tidak adanya program perlindungan
• Kekurangan modal

Meningkatkan investasi pada pemberdayaan perempuan petani merupakan hal penting dalam upaya menyejahterakan rakyat Indonesia.
Diskriminasi terhadap perempuan petani tersebut menjadi sorotan khusus bagi Millenium Challenge Account Indonesia (MCA - Indonesia).


Pada tanggal 26 Maret 2018, Tempo.co dalam acara #NgobrolTempo yang dilaksanakan di Restoran Bunga Rampai Jakarta, menghadirkan Dwi Rahayu Yuliawati - Faiz; Direktur Inklusi Sosial dan Gender MCA - Indonesia dan Yohanes Sugihtononugroho; Chief Executive Officer CROWDE.

MCA - Indonesia yang merupakan lembaga wali amanat di bawah Bappenas memiliki tujuan untuk mengentaskan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi, percaya integritas gender dan inklusi sosial dalam perencanaan serta implementasi programnya. Saat ini MCA - Indonesia telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung proyek yang mengedepankan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat, termasuk untuk para perempuan petani Indonesia.

Dalam mewujudkan misinya MCA - Indonesia tidak bisa berjalan sendiri, oleh karenanya MCA - Indonesia menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan CROWDE guna mendorong crowd investment atau investasi gotong royong untuk memperdayakan para perempuan petani.

Kerja sama antara MCA - Indonesia dan CROWDE dimulai dengan proyek pertanian ibu Fatimah dan ibu Hakiah, dua perempuan petani asal Lombok.

CROWDE adalah Platform Investasi Bersama untuk Permodalan Petani. CROWDE bukan manajemen investasi karena hanya menyediakan informasi. Investasi di CROWDE bisa dilakukan melalui m-banking atau klikbca. Kelebihan berinvestasi​ di Crowde adalah jelas jenis investasinya, risiko juga keuntungannya.

1. Dapat keuntungan 7% dalam waktu 4 bulan.
2. Investasi bisa dimulai dari nominal 10 ribu rupiah.
3. Membantu petani atau peternak di pedesaan.

CROWDE berdiri pada tanggal 15 September 2015 dan hingga saat ini  sudah memiliki investor sekitar 15.000 orang. Untuk pengawasan pada setiap proyeknya, CROWDE telah berpartner dengan beberapa pihak, seperti koperasi dan universitas yang membantu pengawasan dan membuat report.

Untuk lebih tahu tentang investasi CROWDE bisa cek di https://www.crowde.co atau melalui aplikasi CROWDE yang bisa diunduh di google play.