Menikmati Cemilan Khas Kota Bandung

Tak dapat dipungkiri, salah satu daya tarik Bandung adalah makanan enak dan jajanan khasnya. Dan untuk memuaskan salah satu hobi saya yaitu berkuliner alias menjajal aneka makanan, kali ini saya mencoba cemilan kaki lima di daerah alun-alun Bandung sambil melepas rasa kangen pada kota tempat saya dibesarkan.

Surabi.

Jajanan yang satu ini merupakan salah satu kuliner khas jadul, namun pamornya makin naik ketika para penjual mampu memodifikasinya dengan aneka toping yang menarik, meski kadang bikin bingung saking banyaknya pilihan varian.

Kali ini saya mencoba dua varian rasa yaitu surabi saus kinca dan surabi coklat susu. Surabi sendiri terbuat dari campuran tepung beras dan santan yang diberi sedikit pengembang dan garam. Pemberian santan untuk menghasilkan rasa gurih. 


Adonan tersebut lalu dipanggang di atas cetakan khusus berupa wajan kecil yang terbuat dari tanah liat. Pemanggan dilakukan di atas bara. Setelah adonan matang kita bisa memberinya aneka toping. Namun ada pula beberapa toping seperti oncom, keju, sosis dan telur diberikan saat adonan setengah matang.

Di antara dua pesanan tersebut, saya lebih menyukai surabi saus kinca dari pada surabi coklat susu. Mungkin karena rasanya lebih original dan manisnya pas gak seperti rasa coklat susu, yang terasa giung di mulut saking manisnya.

Es Oyen.

Es khas kota Bandung ini berisi sagu mutiara, kolang kaling, serutan buah kelapa, cincau, alpukat serutan es dan sirup. Untuk menambah rasa manis biasanya suka diberi toping susu kental manis. Rasa es yang satu ini enak dan menyegarkan, terutama dinikmati saat cuaca panas.

Roti Bakar.

Cemilan yang satu ini entah mengapa tiba-tiba menggoda indera penciumanku. Mungkin karena wanginya yang khas. Dan roti bakar favoritku adalah roti bakar rasa coklat. Sebenarnya mudah untuk membuat jajanan yang satu ini. Kita hanya membutuhkan kerat roti tawar lalu olesi mentega pada salah satu sisinya dan krim coklat di satu sisi yang lainnya lalu tangkupkan, setelah itu panggang di atas wajan. Untuk lebih menarik, roti paling atas diberi olesan krim coklat dan diberi toping susu kental manis coklat.

Baru sadar semua jajanan saya hari ini semuanya manis dan menggunakan toping susu kental manis. Gak apa-apa sih karena masih dalam jumlah yang tak melebihi batas.

Ngomongin susu kental manis jadi ingat Abi, salah satu keponakan saya yang sedari kecil diberi minum dari susu ini. Kasian banget, orangtuanya mengira bahwa dengan memberi susu kental manis kebutuhan akan gizi si anak akan terpenuhi. Padahal  nyatanya meskipun disebut susu SKM itu bukan susu. SKM 50% nya adalah gula dan peruntukannya sebagai topping untuk makan bukan untuk dikonsumsi sebagai minuman susu terutama untuk anak-anak.

Hasil penelitian menyatakan, dalam satu sajian SKM (1 gelas berisi 150ml air hangat dan empat sendok SKM) mengandung gula sekitar 20 gram, protein 3 gram, lemak 3,5 gram, vitamin serta mineral. Gak kebayang kan jika dalam satu hari, anak minum hingga 3 gelas, maka kalau dihitung anak telah mengkonsumsi gula sekitar 60 gram. Padahal Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG), asupan gula untuk anak usia 1-3 tahun hanya 26 gram/hari, sedangkan untuk anak berusia 4-6 tahun hanya 35 gram/hari.

Terakhir dari saya, yuk gunakan susu kental manis sesuai peruntukannya yaitu bahan tambahan makanan bukan untuk dikonsumsi sebagai minuman susu apalagi untuk minuman keseharian anak-anak.