Hadapi Erupsi Gunung Agung Bali XL Axiata Siapkan Antisipasi Jaringan

Dari waktu ke waktu erupsi Gunung Agung di Bali, terus meningkat. Pada Minggu malam, 26 November 2017 terdengar dentuman keras yang menandakan terjadinya letusan yang disusul dengan hujan abu yang cukup deras. Meskipun telah mendapat peringatan dari beberapa waktu sebelumnya, tetap saja kejadian ini membuat kaget masyarakat. Seiring dengan hal tersebut, pemerintah telah meningkatkan status bahaya Gunung Agung, Bali, dari Siaga menjadi Awas. Semua penerbangan dari dan ke Depansar terpaksa dibatalkan, hingga membuat bandar udara internasional Ngurah Rai terlihat lebih padat dan selanjutnya ditutup kurang lebih 18 jam.

Salah satu BTS XL yang berada di Kabupaten Karang Asem Bali

Saat mengalami situasi mengagetkan seperti ini banyak masyarakat yang ingin mengetahui kabar tentang keadaan serta kondisi Bali saat ini. PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) sebagian salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang memiliki komitmen untuk fokus menyediakan layanan digital guna memberikan kemudahan bagi aktifitas kehidupan masyarakat Indonesia, memastikan bila seluruh layanan komunikasi data, percakapan ataupun SMS  di sekitar Gunung Agung, dan di seluruh Bali masih aman dan tidak terjadi gangguan apapun, sehingga tetap dapat melayani masyarakat dengan baik. Meski demikian, kewaspadaan terus dilakukan dan langkah-langkah antisipasi atas segala kemungkinan telah disiapkan.

Caretaker Vice President East Region XL Axiata Mochamad Imam Mualim menjelaskan, “Kami pastikan hingga saat ini tidak ada Base Transceiver Station (BTS) XL Axiata yang mengalami gangguan, termasuk di daerah yang masuk wilayah bencana. Namun, untuk antisipasi, kami telah menyiapkan langkah-langkah darurat seandainya bencana terus meningkat sehingga mengganggu operational BTS-BTS yang ada di sekitar lokasi bencana. Yang jelas, kami akan terus standby menjaga jaringan agar tetap bisa beroperasi karena di saat genting seperti ini sarana telekomunikasi menjadi sangat diperlukan, termasuk bagi aparat yang terlibat dalam penanganan dampak bencana.”

Imam Mualim menambahkan, jika sampai saat ini XL Axiata memiliki 13 unit BTS yang berada di radius berbahaya 12 km. XL Axiata pun telah menyiapkan back-up jaringan dengan meningkatkan kapasitas trafik di setiap BTS di dekat area pengungsian. Sementara untuk mengantisipasi pasokan listrik, XL Axiata menyiapkan puluhan genset guna mendukung operasional BTS yang ada. XL Axiata juga telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan perusahaan penyedia menara telekomunikasi untuk mengantisipasi gangguan jaringan komunikasi di sekitar Gunung Agung.

Penanganan jaringan XL Axiata di sekitar Gunung Agung kini menjadi tanggung jawab bersama tim jaringan XL Axiata yang berbasis di Denpasar, Bangli, dan Karang Asem. Jumlah BTS milik XL Axiata yang berada di sekitar Gunung Agung ada sebanyak 33 BTS (2G/3G/4G). Sementara itu di seluruh Bali, XL Axiata memiliki lebih dari 3000 BTS (2G/3G/4G).

Sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang peduli dengan bencana alam, XL Axiata juga sudah memberikan bantuan sarana telekomunikasi, antara lain berupa telepon umum gratis (TUG), kartu SIM, dan akses internet, di lokasi pengungsian. Sarana ini akan bisa membantu kebutuhan komunikasi warga korban, dan juga bisa dimanfaatkan oleh aparat yang bertugas melakukan penanganan korban bencana. Bulan lalu, XL Axiata juga telah menyalurkan donasi berupa bahan makanan dan obat-obatan melalui Posko Ulakan dan Posko Menanga yang berada di Kecamatan Manggis dan Rendang, Kabupaten Karangasem. Dengan adanya perkembangan terakhir, XL Axiata akan mulai kembali mengumpulkan informasi untuk menyiapkan donasi selanjutnya bagi warga yang mengungsi.