Michelin Ajak 400 Pelajar SMA Di Jabodetabek Untuk Berkendara Aman

Akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang anak remaja yang meregang nyawa karena kecelakaan lalu lintas. Entah itu ditabrak ataupun menabrak. Data Korlantas Polri mencatat, sepanjang lima bulan pertama tahu 2017 ini saja ada lebih dari 89.000 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia dan 20% dari korbannya berusia diantara 15-24 tahun yang notabene masih berstatus pelajar.

Fitra Eri, Nora Guilet dan MotoMobi

Kehilangan buah hati atau orang tersayang seumpa burung patah sayap. Gak perlu dijelaskan gimana rasanya ya, 
pokoknya gitu deh.

Melihat data yang menyedihkan tersebut, Michelin Indonesia, sebuah perusahan ban inovatif terkemuka yang selalu menghadirkan mobilitas lebih aman dan lebih baik, merasa terpanggil untuk menggelar edukasi dan pelatihan berkendara secara aman kepada para pelajar SMU di Jabodetabek. 

Maka pada tanggal 7 Oktober 2017, Michelin menggelar pelatihan tersebut dengan tajuk Michelin Safty Academy (MSA) dengan menngambil tempat di Pusdik lantas Polri Serpong. Dan senang sekali karena bisa hadir dan melihat langsung kegiatan tersebut.


Memasuki tahun keempat ini, Michelin semakin memperluas cakupan areanya meliputi Jakarta, Bekasi, Tangerang hingga ke Cilegon. Antusias para pelajar yang ingin ikut pun sangat tinggi, dan setelah diseleksi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, akhirnya MSA mengajak 400 orang siswa dan siswi dari 10 sekolah yang tersebar di Jabodetabek.

Dari 400 orang siswa tersebut 50 orang berasal dari Cilegon. Setelah pelatihan ini seluruh peserta akan diikut sertakan dalam pembuatan SIM A dan C pada taggal 14 Oktober mendatang di satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM yang berada di Daan Mogot, Jakarta Barat.

Dalam penyelengaraannya Michelin bekerja sama dengan beberapa pihak terkait, diantaranya Kementrian Perhubungan, Korlantas Polri dan Federasi Otomotif Internasional atau Federation International de I'Automobile (FIA), sebuah organisasi otomotif global yang mendukung mobilitas orang dan barang secara aman dan berkelanjutan. Pada event ini FIA diwakili oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jakarta, mereka di sini bertindak sebagai instuktur dan pengisi materi.

Pada presconnya, Nora Guilet selaku Direktur Publik Affair & Corporate Communication Michelin Indonesia mengatakan, 
"Melalui Michelin Safety Academy, Michelin Indonesia memberikan kesempatan bagi para pelajar SMU untuk membekali dirinya dengan pengetahuan tentang berkendara yang aman sebelum menghadapi ujian SIM."

Para siswa dan siswi lulusan Michelin Safty Academy tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi ambasador dan pelopor keselamatan dalam berkendara dan mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk menjadi pengendara yang bertanggung jawab, jelas Nora.


Dalam pelatihan yang berlangsung seharian penuh tersebut, para peserta tak hanya memperoleh pengetahuan teori saja, namun mereka juga diajak praktik termasuk pengetahuan dasar orientasi kendaran, pengetahuan tentang ban, posisi duduk yang benar, perlengkapan berkendara hingga prosedur berkendara secara aman dari para instuktur IMI Jakarta. Di MSI banyak pengetahuan yang tidak didapat saat mengikuti belajar mengemudi di tempat lain. Saya sempat ngobrol dengan beberapa peserta yang berasal dari Bekasi tentang ilmu apa saja yang mereka dapat dan bagaimana tanggapannya mengenai event ini.

"Di kelas kita mendapat teori tentang dasar safety ridding, terus di sini, selain praktek mengemudi kita juga diajarin buat mengenal kendaraan, mulai dari letak tangki bahan bakar dan cara mengecek isinya, karburator, rem, ngisi air karburator, ngecek oli, pokoknya banyak banget," jawab siswi tersebut.

"Seneng gak bisa ikutan acara ini?"

"Seneng banget Bu, selain nambah banyak ilmu, jadi banyak temen juga?"

Video liputan di akun youtube aku nih

O, iya di MSA ini Michelin membuka dua kelas, kelas roda dua dan roda tiga, dan mayoritas peserta berada di kelas roda dua, jumlahnya hampir mencapai 300 orang. Selain itu, Michelin juga mengajak pembalap profesional, Fitra Eri dan Diandra Gautama serta pengamat otomotif MotoMobi yang sudah terkenal di dunia media sosial sebagai coaches.

"Semua orang bisa mengendarai kendaran, tapi tidak semua mengerti tentang etittude berkendara di jalan raya. Pengendara usia muda atau remaja yang termasuk kategori pengendara pemula perlu memahai bahwa dalam berkendaraan sangat penting untuk selalu mengutamakan faktor keselamatan, selain faktor kendaraan yang prima. 

Kondisi ban dan rem, kesiapan mental dan emosi pengendara memegang peranan penting dalam hal keselamatan. Oleh karena itu dalam Michelin Safety Academy, kami juga memberikan pemahaman kepada para peserta, bahwa dalam berkendara yang aman memerlukan ketenangan emosi demi keselamatan diri dan para pengguna jalan raya lainnya," papar Fitra Eri. Pembalap ini juga mengajarkan tips dan trik berkendara yang baik agar terhindar dari resiko kecelakaan.

Sementara itu Motomobi yang kerap membuat konten yang berkaitan dengan otomotif di media sosial, memberikan tips dan saran bagi para pengendara pemula. "Demi keamanan saat berkendara, pastikan kalian melindungi diri dengan menggunakan perlengkapan berkendarayang aman dan sesuai. 

Untuk pengendara sepeda motor, menggunakan help itu wajib, tidak peduli walaupun jarak yang ditempuh cukup dekat. Jangan melakukan selfie, welfie ataupun vlogging saat berkendara. Berhenti dulu lah baru selfie, ucap," MotoMobi yang menjadikan helm dan masker khasnya sebagai ikon dirinya.

Michelin Safety Academy ini merupakan implementasi dari kampanye Michelin yaitu, Perfection in Safety. Michelin Indonesia ingin memastikan, keamanan selalu menjadi bagian penting dari inovasi perusahaan, hal ini berdasarkan pada tiga pilar, keamanan melalui pemberian edukasi yang berkelanjutan mengenai berkendara yang aman, inovasi produk dan yang terakhir, pelayanan serta dukungan purna jual yang prima.


Sebagai orang tua yang memiliki anak remaja, saya sangat mengapresiasi program ini dan berharap Michelin tidak hanya mengedukasi para pelajar saja, karena pengguna jalan raya sangat beragam dan begitupun dengan penyebabnya.