Kemenkes Sosialisasikan GERMAS Melalui Temu Blogger Kesehatan

          Kesehatan adalah harta yang paling berharga.

Setuju dengan quote di atas, karena saat ini sakit adalah sesuatu yang mahal. Gimana gak mahal, untuk chekup aja minimal harus punya uang Rp 300.000. Itu Check Up doang loh. Nah untuk mengajak masyarakat hidup sehat, Kementerian Kesehatan RI punya sebuah gerakan yang disebut GERMAS.

Lalu apa itu GERMAS?

GERMAS adalah singkatan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. GERMAS adalah sebuah GERAKAN, dan bukan hanya sekedar SLOGAN yang saat ini sedang gencar disuarakan oleh penggiat kesehatan terutama Kemenkes RI. Inpres nomor 1 tahun 2017 menyatakan, GERMAS adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemuan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.


Tujuan GERMAS sendiri adalah mengajak masyarakat untuk BERPERILAKU HIDUP SEHAT, yang nantinya akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat itu sendiri, seperti kesehatan yang terjaga, masyarakat yang semakin produktif, lingkungan menjadi lebih terjaga dan bersih. Perilaku ini secara tidak langsung bisa mengurangi biaya rumah sakit atau pengobatan kesehatan yang kita ketahui sangat mahal.


Tanggal 28-30 Agustus kemarin saya dan beberapa Blogger Jabodetabek mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara Temu Blogger Kesehatan di Hotel Santika Semarang. Acara Temu Blogger Kesehatan ini tak hanya dihadiri oleh teman-teman Blogger yang datang dari Jakarta, tapi juga di hadiri oleh Blogger Semarang sengaja diundang oleh tim dari Kemenkes. Menyenangkan sekali karena kita seperti kopdar antar sesama Blogger yang selama ini hanya berinteraksi via media sosial.

Temu Blogger Kesehatan kali ini mengambil tema Mari Hidup Sehat dengan GERMAS, sekaligus kunjungan tematik dari Kemenkes guna mensosialisasikan GERMAS pada masyarakat. Rombongan kami bertolak dari Jakarta sekitar pukul setengah 6 pagi dan mendarat kurang lebih satu jam setelahnya, rombongan langsung menuju hotel Santika untuk mengikuti acara yang telah dijadwalkan.


Pada acara Temu Blogger Kesehatan tersebut dihadiri oleh beberapa orang pejabat dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat KeMenKes RI serta beberapa orang pejabat di lingkungan DinKes Provinsi Jawa Tengah diantaranya, Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Prov Jawa Tengah,  Arvian Nevi, SKM, DEA, Kepala Dinkes Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH, Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDI) DKI Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH; Kepala Bag Hubungan Media & Lembaga, Indra Rizon, SKM, M.Kes.

Acara dimulai dengan senam dan Salam GERMAS, SEHAT, BUGAR, PRODUKTIF, yang dipandu oleh Mayang.


Pak Indra Rizon, SKM, M.Kes mengungkapkan bahwa selama kurun waktu empat tahun terakhir ini, telah terjadi pergeseran pola penyakit di Indonesia. Awalnya layanan kesehatan banyak melayani penderita penyakit menular namun akhir-akhir ini bergeser ke penanganan penyakit tidak menular. Pergeseran pola penyakit ini disebabkan karena pola hidup masyarakat. PTM atau penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak menimbulkan resiko penularan terhadap orang lain, PTM diantaranya, kanker, hipertensi, jantung dan diabetes melitus. PTM memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit dan tidak murah, pengobatan ini harus dilakukan secara rutin dan berjangka panjang. 


Pergeseran pola penyakit ke PTM menyebabkan beban pembiayaan kesehatan pemerintah semakin meningkat. Hal ini juga mengakibatkan produktivitas keluarga menurun sehingga beban ekonomi keluarga bertambah berat karena harus merawat anggota keluarga yang terkena PTM. Kondisi seperti inilah yang akhirnya mendorong pemerintah untuk menghadirkan BPJS Kesehatan atau Kartu Sehat untuk keluarga tidak mampu.

3 pilar program Indonesia sehat meliputi:
- Paradigma sehat
- Penggunaan Yankee
- JKN

Resiko terjadinya PTM dapat dicegah. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu kegiatan pencegahan oleh seluruh masyarakat Indonesia disemua kalangan umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, status sosial, status ekonomi, di desa maupun di kota melalui GERMAS ini. 

Dalam program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang digagas oleh Kemenkes RI ini sebenarnya ada 6 peningkatan yang ingin dicapai, diantaranya Peningkatan Aktivitas Fisik, Peningkatan Perilaku Hidup Sehat, Penyediaan Makanan Sehat dan Percepatan Gizi, Peningkatan Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit, Peningkatan Kualitas Lingkungan, serta Peningkatan Edukasi Hidup Sehat.

Dalam hal ini Kemenkes RI tak mau gegabah dalam mensosialisasikan GERMAS, karena gerakan ini berupa tindakan SISTEMATIS dan TERENCANA fokus pada 3 hal yang dianggap bisa dimulai dari diri sendiri. Salah satunya yaitu pola CERDIK.


Apa itu CERDIK?

C = Cek kondisi kesehatan secara berkala.
E = Enyahkan asap rokok.
R = Rajin aktivitas fisik. Na
D = Diet sehat dengan kalori seimbang.
I = Istirahat yang cukup.
K = Kendalikan stress

CERDIK inilah yang harus kita lakukan dan sosialisasikan ke orang-orang terdekat kita supaya tetap dapat hidup sehat. Bukan hanya sehat tapi segar dan bugar. Yuk, hidup sehat melalui GERMAS dan CERDIK.


7 bentuk Germas

1. Melakukan Aktifitas Fisik

cukup sisihkan waktu 30 menit untuk melakukan sedikit peregangan seperti pemanasan sebelum memulai senam di sekolah-sekolah dulu, pasti kita pernah melakukannya bukan. Setiap gerakan tubuh yang melibatkan otot rangka dan mengakibatkan pengeluaran energi, untuk kalian yang belum tahu itulah pengertian aktivitas fisik. Bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, adalah keunggulan aktivitas fisik, berbeda dengan ngegym atau olahraga yang biasanya dilakukan untuk mencapai tahapan kesehatan tertentu.

2. Mengkonsumsi Buah dan Sayur

Makanan seimbang sebenarnya sudah diajarkan sejak kita kecil, buah dan sayur setidaknya harus ada di piring kita. Menurut ahli gizi porsi yang tepat untuk buah dan sayur adalah setengah porsi dari menu makanan yang berada di atas piring kita.

3. Periksa Kesehatan Secara Rutin

Sebagian orang masih berpikir, "untuk apa ke puskesmas kalau gak sakit? Padahal bagusnya 6 bulan sekali kita wajib ke Puskesmas atau pusat kesehatan untuk mengecek kondisi tubuh kita. Kenapa, karena faktanya bisa jadi kita terkena penyakit yang tak memiliki gejala. 

“Kalau gejalanya sudah timbul, berarti sudah terlambat” kata Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDI) DKI Jakarta sekaligus Blogger Kesehatan yang memikili blog di www.dokterari.com.

Apa itu Check Up? 

Chek up adalah sebuah sarana untuk mengevaluasi terutama adanya gangguan kesehatan kronis pada diri kita. Pemeriksaan kesehatan tersebut bisa dilakukan di Puskesmas yang dijamin murah. Pemeriksaan kesehatan yang dianjurkan oleh GERMAS adalah yang standar seperti, cek tekanan darah, kolestrol, tes darah, berat badan dan ukur lingkar perut. Untuk perempuan sebaiknya ditambah dengan pemeriksaan IVA (Inpeksi Visual Asam Cuka) untuk deteksi dini kanker leher rahim. 

Kenapa check up itu penting? Karena banyak penyakit yang awal timbulnya tidak bergejala.

Kolestrol tinggi juga akan memudahkan kita terkena penyakit jantung, bukan rahasia lagi untuk hal ini. Jika kolestrol dalam darah tinggi maka kolestrol akan menumpuk pada pembulu darah dan akan tertimbun, menyumbat dan menyulitkan aliran udara dan darah terpompa dengan baik ke jantung. Jika hal tersebut terjadi di pembulu darah kororner maka mengakibatkan kita terkena penyakit jantung korener, jika di pembulu darah otak akan mengakibatkan stroke, dan jika di pembulu darah ginjal akan menyebabkan kebocoran ginjal dan berpotensi gagal ginjal. Hal kecil yang sering luput dari perhatian kita, yaitu kolestrol menumpuk pada urat saraf kaki akan menyebabkan kesemutan. 

Kepala Dinkes Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH mengungkapkan, saat ini Jawa Tengah tengah menuju bebas BAB sembarangan. Untuk mensosialisasikan GERMAS Walikota Jawa Tengah juga telah banyak melakukan berbagai hal, salah satunya pembangunan sarana dan prasarana untuk olahraga.
Semua lapisan masyarakat WAJIB terlibat dalam mewujudkan GERMAS ini, mulai dari individu atau diri kita sendiri dengan mempraktekkan pola hidup sehat yang kemudian bisa ditularkan kepada orang-orang terdekat dulu seperti teman ataupun keluarga. 

Mengapa Blogger yang dipilih untuk mensosialisasikan GERMAS di media sosial?

"Dengan media sosial, apapun bisa disampaikan dengan cepat dan Blogger punya potensi yang baik dan besar dalam menyebarkan informasi dengan tepat tentang GERMAS," jelas Pak Indra Rizon, selaku Kepala Bagian Hubungan Media & Lembaga Kemenkes RI.

Rangkaian acara di tutup dengan workshop tentang kepenulisan dari seorang wartawan senoir. Seru karena banyak ilmu baru.



Pada keesokan harinya rombongan Blogger Kesehatan diajak untuk menyambangi Puskesmas Siderojo Kidul yang terletak di daerah Salatiga. Puskesmas ini dipilih karena memiliki berbagai kelebihan dibanding dua puskesmas lainnya. Kelebihan tersebut diantaranya adalah konseling untuk mengelola stres dan kelas menyusui. Di Puskesmas ini para Blogger mendapat sambutan dari Ibu Camat Tingkir, Nunuk Dartini SpD MSi lalu pemaparan profil puskesmas Sidorejo Kidul, oleh kep Puskesmas, dr.Vebriana Pananingrum. Moto puskesmas Sidorejo Kidul, ramah petugasnya, unggul pelayanannya.


Selanjutnya para Blogger diajak untuk mengunjungi lembaga penelitian Dunia Vektor Reservoir (DUVER) atau B2P2VRP. B2P2VRP singkatan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoar Penyakit. Di B2P2VRP terdapat 11 laboratorium, salah satunya adalah Insektorium Nyamuk dan kelelawar. B2P2VRP didirikan tahun 1979 dan merupakan yang pertama di Semarang.


Bahagia dan senang bisa mengikuti acara Temu Blogger Kesehatan ini, karena selain mengajak untuk hidup sehat melalui GERMAS, para Blogger juga mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat. Terima kasih Kemenkes.