Kau Aku Dan Hujan

Di atas rumput yang tak kenal kata tersinggung, sebuah pesta berlangsung.

Miliaran kaki telanjang sang hujan menari gembira dan bersorak dalam renyai, abaikan tatapan langit yang penuh rasa khawatir.

Jeritan riak yang jatuh memeluk tanah, kalahkan desiran angin yang berbisik pada daun. Hentikan nyanyian merdu sang camar.

Tak ada pesta yang tak berakhir. Dan di sinilah, aku berdiri diakhir pesta sang rinai, membeku dalam gigil.

Untukmu yang kusebut rindu.
Hujan selalu mengingatkanku akan tatapmu. Denganmu, selalu ada kata yang tak mampu kuucapkan, dan rindu yang tak tersampaikan.

Dan hanya hujan yang mampu memahami kegundahanku.

#Kauakudanhujan