PT. Kalbe Farma Tbk Serahkan Donasi Untuk Lawan Diabetes

Menurut data Internasional Diabetes Foundation (IDF) tahun 2015, menunjukkan bila 50% atau lebih dari 193 juta penyandang diabetes tidak menyadari dirinya terkena penyakit gula tersebut. Dan kebanyakan dari mereka adalah penderita diabetes tipe 2 yang diakibatkan oleh gaya hidup.

             
Pada press conference penutupan kampanye #IndonesiaLawanDiabetes di lapangan Senayan pintu barat, Ibu Lili Sriwahyuni Sulistyowati MM selaku Direktur Penyakit Tidak Menular sekaligus perwakilan dari Kemenkes RI menyampaikan, 

"Cegah, Lawan dan Obati Diabetes adalah tema utama Diabetes Word Day. Dan saat ini kampanye #IndonesiaLawanDiabetes telah mencapai 50k, berarti ada perhatian lebih dari masyarakat mengenai penyakit ini. Saat 1 dari 11 orang adalah penyandang Diabetes. Oleh karena itu Kemenkes bekerjasama dengan  Kalbe Farma melakukan berbagai kegiatan seperti workshop, seminar serta pelatihan bagi dokter, tenaga medis lainnya dan masyarakat umum agar bisa menjadi agent of change untuk penyakit Diabetes. Kemenkes tidak bisa bekerja sendiri dalam memerangi diabetes, perlu kerja sama seluruh masyarakat agar paham dan merubah gaya hidup."

Hal serupa juga di sampaikan oleh Ibu Dini Elvirani selaku Group Busines Head Kalbe Natritionals Division, "Gerakan Indonesia Lawan Diabetes adalah kolaborasi antars Kemenkes dengan Kalbe Farma, yang ingin memberi inspirasi pada masyarakat. Gerakan ini sejalan dengan misi dan visi Kalbe yang ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan pribadi. Diharapkan dengan gerakan ini pravelensi diabetes akan menurun."




Gerakan Indonesia Lawan Diabetes sendiri focus pada edukasi baik tenaga medis, penyuluh diabetes, dokter, bidan dan masyarakat umum. Hingga saat ini gerakan tersebut telah menjangkau 1500 lebih pasien diabetes di 5 kota besar di Indonesia. Selain itu Kalbe Farma juga telah meluncurkan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang berisi ajakan, untuk deteksi dini (chek gula darah), ajakan hidup sehat salah satunya dengan berolah raga dan pola makan.

Focus utama Kemenkes sendiri adalah menggiatkan tindakan preventif. Karena tindakan preventif ini lebih ekonomis dibanding pengobatan. Ibu Lilik juga kembali mengampayekan CERDIK yang telah menjadi ikon Kemenkes.

Sarah Sechan sebagai Brand Ambassador Campaign #IndonesiaLawanDiabetes yang juga berkesempatan hadir menuturkan bila dulu dia suka makan apa saja. Kebiasaan ini berubah setelah melahirkan, saat berat badannya mulai bertambah dia langsung introspkesi. "Tubuh kita adalah rumah utama, kendaraan untuk mengejar mimpi dan melakukan semua aktivitas. Dulu saya berpikir kenyang itu sehat, kini semua berubah drastis. Saat makanan yang perlu diperhatikan adalah Jumlah, Jenis dan Jam makan selain rasa."
Hal yang sama diterapkan pula pada sang anak, Sarah mengajak lebih banyak bergerak selain memperhatikan asupan gizi, sehingga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh pun seimbang.

Data Riskesdas 2103, 26% menunjukkan bila masyarakat Indonesia berusia di atas 10 tahun kurang melakukan aktivitas. Pola makan pun cenderung lebih memilih junk food sebagai gaya hidup.

Prof. Dr Agung Pranoto, dr., M.Kes., Sp. PD., K_EMD., FINASIM selaku ketua PB Persadia menyampaikan, "Sangat penting untuk mempromosikan pentingnya Deteksi dini diabetes pada kelompok resiko tinggi. Test komplikasi retinopati juga sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Pencegahan dan pengobatan dini yang akurat akan bisa meminimalisir hilangnya penglihatan dan penurunan kualitas hidup pasien."

Sedangkan Prof. Dr. Sindartawan Soegondo, MD, PdD, F.A.S.E menuturkan bila pemantauan gula darah bisa dilakukan dengan alat khusus, tapi kadang tidak akurat. "Diabetes tidak mematikan tapi menyengsarakan. Bila kena mata akan menimbulkan kebutaan, kena jantung akan menimbulkan komplikasi jantung dan bila kena kaki akan mengakibatkan amputasi."

Press conference yang di moderatori oleh Ari Untung ini terasa lebih hidup. Selain prescont, Kemenkes dan Kalbe Farma yang disponsori oleh Diabetasol juga menggelar senam diabetes, fun walk dan penyerahan donasi sebesar 500juta dari Kalbe Farma yang nantinya akan di salurkan oleh Kemenkes untuk mengobati pasien diabetes di wilayah tertinggal.



Sekilas tentang Diabetasol Dan Kalbe Farma.
Kalbe Farma adalah perusahaan kesehatan yang telah berdiri sejak tahun 1966. Kini Kalbe Farma telah tumbuh dan berkembang dari usaha sederhana di garasi menjadi perusahaan farmasi terdepan di Indonesia.

Dan Diabetasol merupakan salah satu produk unggulan dari Kalbe Farma. Mengkonsumsi Diabetasol kali sehari mampu menjaga gula darah dan memberi energi saat beraktivitas.