Meet The Makers Ajang Pameran Pengrajin Indonesia

Kalau melihat pameran craft alias kerajinan rasanya pengen bawa semua hasilnya ke rumah. Bagaimana tidak semuanya bagus dan lucu-lucu.
Hal serupa terjadi saat saat saya menyambangi area Alun Alun Indonesia di Grand Indonesia pada acara Meet The Makers.


Apa sih Meet The Makers?
Meet The Makers adalah ajang berkumpulnya para seniman, artisan atau designer untuk menjual dan memamerkan hasil karyanya selama 12 hari di Jakarta.Dalam Meet The Makers ke 11 ini diikuti oleh 16 artisan yang siap meramaikan Alun Alun Indonesia dengan berbagai karyanya.16 artisan tersebut antara lain:

1. Wiru produk dari Caroline Rika Winata, seorang seniman tekstil yang mencintai serat dan fokus pada celup ikat.

2. Lawe, sebuah social enterprise yang didirikan pada tahun 2004 dan kini telah merangkul 25 pengrajin kain lurik.

3. Cinta Bumi Artisan, yang menghidupkan kain kulit kayu dari Sulawesi Tengah
.
4. Borneo Chic. Yang berhasil menjadikan kain Ulap Doyo sebagai produk berkualitas tinggi menjadi berbagai pakaian, tas serta lainnya yang ramah lingkungan.

5. Batik Rifayah yang tetap mempertahankan tradisi membatik yang diajarkan oleh Kyai Haji Rifai dari Batang, Jawa Tengah.

6. Brahma Tirta Sari, yang mengangkat batik ke level lebih tinggi melalui seni serat hingga ke taraf Internasional.

7. Gerai Nusantara, inisiatif usaha ekonomi yang dibangun oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara yang mempromosikan 40 komunitas adat di seluruh Nusantara.

8. Kain Tenun dari komunitas Mama Aleta Baun dari Mollo NTT.

9. Tafean Pah yang diperjuangkan oleh Yovita Meta. Wanita muda ini mendorong kaum perempuan Biboki untuk meningkatkan perekonomian mereka.

10. Savu yang memprioritaskan kain tenun ikat melalui tehnik tie-dye untuk menentukan pola kain.

11. Kanwinda atau Art of Dyeing yang mengupayakan penyelamatan lingkungan dalam memproduksi kain dari limbah.

12. Marenggo Natural Dyes yang fokus pada batik tulis dengan zat warna alami.

13. Omah Batik Sekar Turi yang mempertahankan tradisi membatik tempo dulu dengan motif klasik namun dengan konsep dan motif yang inovatif kontemporer.

14. Pakunden, yang menyuguhkan karya keramik tradisional khas Indonesia.

15. Keramik Bayat, yang mempertahankan tehnik putar miring yang merupakan teknik tertua di tanah air.

16. Yang terakhir Indonesia Heritage Society, sebuah organisasi nirlaba yang menawarkan kesempatan untuk belajar tentang warisan budaya bangsa Indonesia melalui penerbitan buku kartupos dan lain-lain.

"Meet The Makers adalah ajang mempertemukan para pengrajin dengan masyarakat luas terutama kalangan muda sebagai upaya pengenalan dan sosialisasi tentang keanekaragaman budaya bangsa kita" papar Bregas Harrimartoyo selaku Steering Comitte Meet The Makers 11 saat memberikan sambutannya.


Ajang tahunan ini mengambil tempat  di mall ternama di Jakarta berlangsung dari tanggal 21 Oktober sampai 02 November dan di meriah dengan berbagai acara menarik seperti demonstrasi pengrajin keramik tradisional, pameran foto produk pengrajin Meet The Makers, talkshow bersama ketua Bekraf, pentas musik dan lain-lain.

Salut buat para artisan yang tergabung dalam Meet The Makers, karena cerita di balik perjuangan mereka sangat menginspirasi. Salah satunya mbak Endang Wilujeng dari Imah Batik Sekar Turi yang berdiri sejak 2009. Perempuan asal Rembang ini tidak minder dan mampu menunjukkan bila perempuan Indonesia yang tidak berpendidikan tinggi pun bisa berkarya dan bersaing di dunia bisnis hingga ke mancanegara. 

Dari modal hanya satu juta, kini ia bisa membawahi puluhan UKM di wilayahnya. Semoga dengan Meet The Makers, makin banyak artisan muda yang peduli dengan warisan budaya bangsa Indonesia.