Bincang Ramadhan Bersama Koalisi Anak

Anak adalah harta yang paling berharga yang tak bisa dibeli atau diganti dengan apapun. Anak adalah anugerah titipan Yang Maha Kuasa yang harus dijaga.


Memang tak mudah mendidik dan membesarkan anak terlebih saat melewati masa-masa tertentu. Hanya dengan cinta dan kasih sayanglah cara terbaik untuk mendidiknya. Dan entah fenomena apa yang tengah terjadi akhir-akhir ini, hingga begitu banyak kasus kekerasan dan seksual terhadap anak. 

Miris sekali, kasus kekerasan ini menduduki peringkat ke 3 pada penghuni lapas setelah kasus narkoba yang berada diperingkat 1 dan pencurian dengan kekerasan pada urutan ke 2. 

Kenyataannya tersebut mengundang keprihatinan para pemerhati anak. Dan untuk menjawab semua permasalahan itu, Koalisi Anak Madani atau KAMI mengadakan Ramadhan Bincang Anak yang di laksanakan di gedung Sarinah pada tanggal 14 Juni 2016 ini.

Acara dihadiri oleh Kak Seto Mulyadi selaku pemerhati anak sekaligus ketua Komnas Anak, Kak Henny - Komisioner Komnas Anak, Ka  Hoky sebagai Sekjen KAMI dan Ibu Ira Puspa Dewi selaku CEO Sarinah Persero serta Bapak Djoko Setyono Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak Ditjen Pemasyarakatan, serta Ibu A. Kasandra Putranto seorang psikolog dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia.


Ka Hoky pada sambutannya memberi pernyataan, "kami peduli dan sebagai orang tua akan terus mendidik diri untuk menerima anak yang lain sebagai anak sendiri sehingga maraknya kasus kekerasan seksual anak dan perempuan belakang ini membangun kesadaran madani dari kita. Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi?"

"Sarinah telah 1 dekade berperan  sebagai IBU para UKM dan pengrajin tradisional yang produknya kini sudah mendunia dan diminati pasar mancanegara. Mengasuh, mendidik serta menyalurkan produk tersebut tak jauh perannya seperti orang tua yang membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang. Kami bangga bisa terlibat di acara Ramadhan Bincang Anak ini," jelas Bu Ira saat memberikan kata sambutannya.

Sedang Pak Djoko mengungkapkan, bila anak di bawah usia 14 tahun ke bawah memiliki hak untuk tidak di penjara.

Selain diskusi peserta yang datang juga disuguhi pemutaran trailer Film Untuk Angeline yang siap tayang secara nasional pada 21 Juli mendatang serta performa dari paduan suara Gita Swara Universitas Budi Luhur di bawah arahan A.Kasandra Putranto.


Pada kesempatan ini juga Ka Seto mengajak peserta untuk berpartisipasi  menjadi satgas perlindungan anak di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Jadi Sahabat Anak adalah keniscayaan, dan saya tengah menanti percepatan terbentuknya Satgas Perlindungan Anak dari tingkat RT-RW sehingga kasus kekerasan seksual anak dapat terdeteksi cepat dan tertangani. 

Napi kekerasan anak merupakan penghuni terbesar ketiga yang menghuni lapas. Menjadi sahabat anak artinya mengawasi dan selalu berhati-hati sehingga terhindar dari predator anak," imbuh Kak Seto sesaat sebelum memaparkan presentasinya.

Kak Seto juga menyoroti tentang pola didik di negara kita, tidak menyalahkan sih, beliau hanya menyarankan untuk mendidik anak-anak dengan cinta dan kasih sayang, karena kekerasan hanya akan menambah masalah. Begitupun dengan pendidikan di sekolah, anak-anak sekarang lebih banyak yang stres dan cenderung anti sosial karena kurikulum pendidikan kita lebih menitik beratkan pada angka dan pekerjaan rumah.

Suka kasihan sama pelajar jaman sekarang kalo ke sekolah tuh harus bawa bejibun buku pelajaran. Hemhhh baru berangkat aja sudah cape, gimana mau mikir coba? 

Ramadhan Bincang Anak 1437H ini didukung sepenuhnya Film Untuk Angeline yang dipersembahkan spesial untuk Hari Anak Nasional 23 Juli. Film Untuk Angeline sendiri terinspirasi dari fakta persidangan kasus tragis dan mengenaskan alm. Engeline pada 2015 lalu. 

Film ini dibintangi oleh jajaran aktris kondang ibukota seperti Kinaryosih, Naomi Ivo, Dewi Hughes Tengku Rifnu Wikana, Rowena, Kak Seto Mulyadi dan lainnya.


Bincang-bincang ini diakhiri dengan tanya jawab dan sesi foto bersama. Acara yang menarik meskipun ada beberapa pertanyaan yang kurang mendapatkan jawaban dengan puas. 

Yuk, jadi sahabat anak, sudah saatnya anak Indonesia merasa aman dan nyaman serta bebas dari segala kekerasan seksual maupun keluarga.