MARS, Cita-Cita Mulia Seorang Ibu.

Berselang 3 minggu dari mini conference bersama Syahrul Gibran (sutradara), Andi Syafik (produser), John De-Rantau (penulis skenario) Djonny Chen (konsultan film dari UK), Chelsea Riansy yang berperan sebagai Sekar Palupi kecil serta M. Cholidi Asadil Alam di markas KOPI, hari ini tanggal 02 Mei 2016 saya diberi kesempatan sebagai salah satu saksi pertama dari penayangan film MARS.

Acara screening dan press conference yang dilakukan di studio XXI Plaza Senayan-Jakarta, diawali dengan pemutaran film yang terinspirasi oleh novel karya Aishworo Ang tersebut.

Sinopsis Film MARS

Film MARS secara garis besar bercerita tentang perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anak perempuan satu-satunya. Di tengah himpitan masalah, ia masih punya mimpi besar, ingin melihat si anak bisa mendapat pendidikan yang terbaik.

Cerita diawali dengan pemandangan Oxford University Inggris, di mana seorang perempuan muda bernama Sekar Palupi tengah berpidato dalam bahasa Inggris tentang keberhasilannya dalam meraih gelar master astronomi yang tak lepas dari peran seorang ibu yang bernama Tupon.

Meski sang ibu buta huruf, namun ia selalu menanamkan arti pentingnya pendidikan pada sang anak, Sekar Palupi sejak masih kecil. Bu Tupon hanya ingin nasib anak perempuannya itu berbeda dan menjadi bintang yang paling terang bersinar di malam hari, mengalahkan cahaya bintang yang lain di sekitarnya. Sang Ibu menyebutnya lintang lantip yang berarti bintang yang cerdas, dan ternyata bintang yang dimaksud adalah planet MARS.

Dengan mengambil latar kehidupan keras yang penuh derita di sebuah Desa Gunung Kidul pada beberapa tahun yang lalu di mana masih tercatat angka kemiskinan dan angka bunuh diri tertinggi di Indonesia, keduanya bertekad mengguratkan jalan cerita berbeda tentang pentingnya pendidikan.

Kisah perjuangan ibu dan anak ini diwarnai oleh air mata dan kehilangan, namun rintangan demi rintangan tidak dapat menghentikan langkah kaki mereka untuk meraih mimpi.

Review Film MARS

Terlepas dari cerita yang menginspirasi tentang pendidikan dan lanscap yang bagus, saya merasa ada beberapa potongan adegan atau informasi yang hilang serta terkesan dipaksakan. Jadi saya tidak mendapatkan feel haru dan sedih dari sosok ibu Tupon dalam menjalani perjuangannya. Rasa sepi dan kehilangan timbul saat mahasiswa Oxford lain yang lulus di sambut orang tuanya sedangkan Sekar tidak. Alur agak sedikit lambat dan sempat membuat bosan.

Pada saat screening saya sedikit kecewa dan tidak bisa menikmati film dengan maksimal karena mendapat kursi di barisan Q. Tau kan di mana itu? Padahal studio baru penuh pada pertengahan pemutaran. Namun sedikit terobati pada saat gala premier dengan duduk di barisan A.

Hemhhh ... mungkin karena banyak yang diundang jadi antara media dan undangan dari instansi jadi satu. 
Mudah-mudahan untuk kedepannya pihak yang bersangkutan lebih memperhatikan detil hak dan kewajiban kami yang disebut media.

Detail Film MARS :

* Judul: MARS- Mimpi Ananda Raih Semesta 
* Tayang: 04 Mei 2016
* Genre: Drama
* Sutradara: Sahrul Gibran
* Produksi: Multi Buana Kreasindo
* Penulis: John De-Rantau
* Produser: Andy Syafik
* Rating: R 13+
# Casts:
- Cholidi Asadil A
- Kinaryosih
- Acha septriasa
- Chelsea Riansy
- Jajang C. Noor
- Teuku Rifnu Wikana
- Yati Surachman 
- Ence Bagus
- Fuad Idris

Film yang dipersembahkan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional ini akan tayang untuk umum pada tanggal 04 Mei 2016.

*Foto diambil dari koleksi facebook Mars the movie https://facebook.com/Mars-the-movie-375811079263611/