Workshop Membangun Ekosistem Social Entrepreneur di Kota Tangerang Selatan

Berlatar belakang dari banyaknya permasalahan yang timbul di masyarakat maupun lingkungan di Kota Tangerang Selatan, mulai dari pengangguran hingga sampah yang menumpuk dan semua itu perlu sebuah solusi yang dapat memecahkan permasalahan yang ada, maka dari itu BAPPEDA (Badan Perecanaan Pembangunan Daerah), DKPP (Dinas Kebersihan Pertamanan & Pemakaman) dan Surya University berkolaborasi mengajak masyarakat untuk ikut turun tangan memecahkan masalah tersebut dengan cara membangun ekosistem Social Entrepreneur di kota Tangsel.

        
Dan untuk mensosialisasikan Social Entrepreneur itu pada rabu, 6 April 2016 dengan mengambil tempat di Beranda52 Jl. Dr. Satrio CBD Blok A5 No.2 Sektor 7 VII Bintaro Jaya Selatan, BAPPEDA mengundang Blogger Tangsel untuk ikut berpartisipasi. Acara yang dimulai dari pukul 16.00 sore itu di awali dengan penampilan BedaBand dan diisi oleh 8 narasumber yaitu, Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Dodi Hananto fouder  KanaraJoni Sudarmanto owner Sepatu lukis Corpies,  Mochamad Taher Kepala Dinas DKPP Tangsel, Muhammad Carlos fouder Buku Kami, Marsya  Anggia Director IndorelawanDessy Aliandrina Head of Tecnopreneurship Surya University serta Iqbal Hariadi Storyteller Kita Bisa. Tema dari kegiatan ini adalah “Membangun Ekosistem Social Entrepreneur di Kota Tangerang Selatan”.

Lalu apakah Social Entrepreneur itu?
Social Entrepreneur adalah sebuah jenis usaha yang tidak hanya memberikan profit, namun  juga dampak bagi lingkungan sekitar baik masyarakat maupun alam.


Para pelaku Social Entrepreneur yang menjadi narasumber di atas sangat mengharapkan akan banyak pelaku usaha dibidang sosial ini hingga  masalah yang bisa dipecahkan mulai dari pengangguran, sampah dan isu sosial lainnya bisa mendapat solusi yang tepat.

Tindakan nyata mereka telah dilakukan tahun lalu, di mana mereka membuat sebuah lomba yang disebut Indonesia Sociopreneur Challenge atau yang disebut dengan IsoC.

Dessy menjelaskan bahwa konsep Social Entrepreneur di Indonesia itu masih kurang tepat, masih banyak yang hanya melihat profit bukan impact atau dampak yang dihasilkan. Mereka masih berpikir bila Social Entrepreneur itu kerja sosial atau volunteer. Padahal sudah banyak orang terkenal yang melakukan social Entrepreneurship ini seperti 
"Mungkin ini salah satu yang membuat orang takut untuk terjun ke social Entrepreneurship," jelas Dessy.

"Social Entrepreneur itu adalah menyelesaikan masalah lama dengan pemikiran baru," tambah Head of Tecnopreneurship Surya University itu.

Masing-masing narsum memaparkan misi dan visi dari social Entrepreneurship yang mereka bangun. Salut buat anak-anak muda ini.

Maka dari itu dengan adanya program ini di harapkan dapat memancing masyarakat untuk turut serta dalam memberikan solusi bagi permasalahan sosial yang ada di Indonesia tidak hanya di kota Tangsel.

Adapun tujuan dari workshop Social Entrepreneur ini adalah:

1. Memberikan inspirasi bagi masyarakat kota Tangerang Selatan mengenai manfaat Social Entrepreneur
2. Memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai Social Entrepreneur
3. Memberikan informasi bahwa social entrepreneur itu memiliki profit yang jelas dan dapat bertahan lama.

Sedangkan manfaatnya antara lain:
1. Memberikan wawasan sekaligus inspirasi bagi masyarakat kota Tangerang Selatan.
2. Membangun hubungan yang positif antara pemerintah dengan berbagai elemen yang ada di kota Tangsel.
3. Mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dan membangun usaha berbasis sosial.

Tahun ini ISoC mengadakan lomba  kembali denga mengangkat tema “Waste Around Us”. Dan ada lombanya dengan hadiah yang wow banget yang di buka sejak bulan februari lalu.