Mengenal Remedi Day Bersama Kang Ferry

Beberapa hari yang lalu iseng stallking di beberapa aku facebook, asli boring karena karena gak ada yang asyik. Tapi entah mengapa mataku langsung fokus pada undang Blogger di grup Blogger Reporter Indonesia (BRID). Undangan yang menarik, terutama pas baca susunan acara yang tertera di posternya. 


Aku langsung cek agenda dan kebetulan tanggal 9 April ini aku free, maka jadilah hari ini aku menuju lokasi Remedi Day yang berada di Ke’kun Kemang Jl. Bangka Raya No. 99, sebelah Taman Bermain Kepompong gak jauh dari pertigaan yang ada Bank Permata. Tadinya saya maruk  ingin mengikuti semua kelas, tapi oleh Mbak Nina di sarankan untuk memilih salah satu.

Gak tau sudah berapa lama saya tidak menginjakkan kaki ke daerah selatan Jakarta ini, terus terang saya sebenarnya agak menghindari daerah ini. Entahlah, rasanya males ke sini karena akomodasinya yang agak ribet. Tapi begitu memasuki area Remedi yang tampak sederhana rasanya ko nyaman. Terlebih saat sudah di dalam ruangan kelas Consciousness Awareness yang di pandu oleh Ferry Fibriandani.


Dan entah mengapa pula rasanya ko familiar dengan terapis yang di panggil Kang Ferry ini. 

Menurut Kang Ferry, Remedi Day ini awalnya bernama Sharing Universal Wisdom dan bertempat di Darma Wangsa Square. Setelah pindah ke jalan Bangka Raya ini Remedi terus berkembang sampai ada aplikasinya. Rata-rata orang yang datang ke tempat ini adalah para mantan drama Queen or King yang memiliki kesulitan untuk menyelesaikan masalah dalam hidupnya. Ealahhhh berat banget ya tugas para terapis di sini, hehehe gak begitu juga kali. Pokoknya Remedi tempat atau  sarana untuk sharing. Datang dengan masalah pulang dengan senang. Hahaha ...


Menurut Kang Ferry lagi, Remedi  memiliki 55 metode dalam merilis emosi namun hanya 3 yang sering di pakai yaitu: SedonaJabarish dan Emotional Freedom Technique.


Jabarish adalah di mana melepaskan emosi dengan mengeluarkan suara seperti omelan sampai menyerupai suara binatang.

Emotional freedom technique adalah melepaskan emosi dengan dibantu menotok atau menekan beberapa area muka dan dada dengan jari dalam ketukan yang cepat.

- Sedang untuk Sedona sendiri bisa baca di http://www.sedona.com/Home.asp

Dan Remedi membuka kelas untuk tehnik merilis emosi ini setiap selasa dari pukul 7 sampai 9 malam.


Banyak hal yang saya dapat di kelas  Consciousness Awareness ini, dari memastikan hari lahir saya antara selasa atau rabu hingga berbagi bagaimana caranya untuk tetap bahagia dan berpikir positif. Dan ternyata emosi siklus emosi laki-laki itu harian. 

Hal ini berdasarkan pelajaran dari seorang ilmuwan, di mana sudut-sudut matahari terhadap bumi menyebabkan perubahan emosi, terutama pada laki-laki. Dan puncaknya berada pada hari Jumat jam 12 siang. Sedang perempuan bulanan, emosi akan lebih terlihat saat awal bulan, pertengahan dan saat menjelang bulan purnama.


Di kelas Remedi ini juga saya sempet curhat tentang permasalahan saya. Yup, betul kata Kang Ferry, masalah terberat atau tantangan terbesar dalam hidup adalah menghadapi orang terdekat atau keluarga. Beliau saja membutuhkan waktu hingga 11 tahun untuk bisa dekat dengan sang ayah.

Ada tiga  pelajaran dalam hidup ini menurut Kang Ferry:
non attachment atau menghindari kelelekatan.
accepted atau menerima
alowing atau membiarkan


That a life, maka hadapilah semua dengan positif thinking dan terus berdoa. Terlebih doa yang baik. Karena kadang kita tidak tahu kapan Tuhan mengabulkan doa kita.


Terimakasih Remedi Day, terimakasih Kang Ferry atas sharingnya hari ini. Dan buat yang ingin mengikuti rilis emosi dengan Sedona bisa datang pada setiap selasa malam ke jalan Bangka Raya no 99 ini.


*foto koleksi pribadi dan dari fb Remedi Day.