Film My Journey: Mencari Mata Air Persembahan Dari Ully Hary Rusady Untuk Hari Bumi

My Journey: Mencari Mata Air adalah sebuah film adventure anak atau remaja dengan tema alam dan lingkungan hidup yang cocok dan bisa di tonton oleh seluruh keluarga terutama anak -anak karena banyak mengandung unsur edukasi.


Film yang menyuguhkan keindahan alam Indonesia tersebut selain di bintangi oleh empat orang remaja putri yaitu B'tari Chinta, Celine Wahyudi, Cindy Celine dan Dwi Tasya Septiani juga di dukung oleh penampilan artis senior yaitu Paramitha Rusady. Di sutradarai oleh Joko Nugroho yang sekaligus sebagai penulis skenarionya serta di produksi oleh Vidi Vici Multimedia.

Semua berawal dari ide Bunda Ully  Hary (Sigar) Rusady yang sangat konsen dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dari ide inilah Joko Nugroho berhasil memvisualkan sebuah cerita tentang air sebagai sumber daya alam yang saat ini sudah mencapai titik kritis serta menggabungkan keindahan alam Indonesia dengan berbagai lokasi dalam satu screen yang berdurasi 80 menit. Sebagian besar gambar diambil di daerah Situbondo,  Bondowoso, Taman Nasional Baluran Jawa Timur serta Kasepuhan Cipta Gelar Jawa Barat.

Ully Hary (Sigar) Rusady selaku produser dari Vidi Visi Multimedia menyiapkan film My Journey dalam Trilogi. Diawali dengan My Jorney: Mencari Mata Air (2016), lalu My Journey; Good Morning Miss Climate Change (2017) dan terakhir My Journey: Konservasi (2018) mendatang. Menurut pengakuannya dia sudah menghabiskan waktu selama 30 tahun untuk film ini.

My Journey yang sarat dengan potret lansekap Indonesia itu mulai liris di bioskop pada tanggal 22 Maret 2016 dan sebagai salah satu persembahan dalam memperingati Hari Bumi  yang jatuh pada tanggal yang sama.

Pada pemutaran gala premier serta press conference yang dilakukan di  Epicentrum XXI, Taman Rasuna, Kuningan Jakarta, selain di hadiri oleh para cast seperti B'tari ChintaCeline WahyudiChristopher V. WarrenCindy CelineDwi TasyaParamitha Rusady,  Martina Tesela, Egi Fedly dan Ully Hary Rusady juga turut hadir Menteri PUPR, perwakilan dari  Kementerian PariwisataKementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pakar air Firdaus Ali, PhD serta Bens Leo  pengamat film dan musik.


Film My Journey telah meraih lima penghargaan dari internasional antara lain:
1. Hollywood international Moving Picture Film Festival, USA, Maret 2016.
Winner Cinematography: Fahmy J. Saad.
Winner Music Score: Didit Saad.
Winner Foreign Feature Film.
2. Official Selection, Cordoba International Film Festival, Colombia, April 2016.
3. Official Selection, Kids First Film Festival, USA, April 2016.

Rencananya film ini akan di putar di sekolah dan desa-desa di Indonesia, bahkan menurut perwakilan dari  Kemenpar, film ini juga akan tayang di 100 spot di manca negara.


Sinopsis Film My Journey: Mencari Mata Air (2016)

Film My Journey: Mencari Mata Air   mencertitakan tentang empat orang remaja, yaitu Chinta (Btari Chinta), Cindy (Cindy Celine), Tasya (Dwi Tasya) dan Celine (Celine Wahyudi) yang berniat mengisi liburan mereka di tempat neneknya Chinta sekaligus  mendampingi kawan mereka yang datang dari New York bernama Lucas (Christopher V. Warren). Dalam perjalanan mobil yang mereka tumpangi mengalami kerusakan. Akhirnya ke lima remaja tersebut memutuskan untuk meneruskan perjalanan melalui alam liar tanpa adanya pengawalan.

Mereka menjelajah hutan belantara sambil berusaha menemukan mata air yang diyakini telah langka akibat kembangan peradaban di dunia ini. Dalam perjalan menarungi alam liar tersebut mereka banyak mendapat pelajaran dan pengalaman baru termasuk ketika harus berjuang mencegah kebakaran yang diakibatkan oleh kelalaian para penjelajah hutan lainnya.

Mereka sempat mengalami kecelakaan dan di tengah keadaan yang kurang baik tersebut, sopir sekaligus penunjuk jalan mereka, seorang pria dari Flores yang bernama Heronimus (Godfred Orindeod), muncul sebagai sang penolong.

Saat meneruskan perjalaan, mereka berpapasan dengan Ki Barja (Egy Fedly), dia merupakan warga desa yang mengabdikan diri untuk menjaga hutan serta Maya dan timnya, aktifis peneliti serangga capung. Dan pada akhirnya mereka bersama-sama menuju desa adat, di mana neneknya Chinta bernama Bunda Ully (Ully Sigar Rusady) tinggal. Di desa ini sang nenek merupakan salah satu tokoh relawan yang selama ini berjuang menjaga lingkungan hidup dan masyarakat adat.

Mereka semua akhirnya bersama berusaha menemukan sebuah mata air yang masih murni serta belum terjamah oleh siapapun. Hal pencarian mata air tersebut sudah sama-sama diketahui dari awal sangaatlah sulit. Namun pencarian mereka terobati ketika mereka sampai di suatu telaga, di mana puluhan mata air bermuara. 

Di telaga ini Bunda Ully mengajak mereka merenungkan alangkah beratnya tantangan manusia untuk menghadapi diri mereka sendiri yang serakah merusak alam serta mata air.


Detail Cast dan Crew FIlm My Journey: Mencari Mata Air
Sutradara : Joko Nugroho
Penulis Skenario : Joko Nugroho
Pemain FIlm My Journey: Mencari Mata Air :
Btari Chinta - Chinta
Celine Wahyudi - Celine
Cindy Celine - Cindy
Dwi Tasya Septian - Tasya
Godfred Orindeod - Heronimus
Egy Fedly - Ki Barja
Ully Sigar Rusady - Bunda Ully
Paramitha Rusady - Maya
Christopher V. Warren - Lucas
Martina Tesela - Alina
Mahaputri Sigar - Putri
Siti Khadiva Amalia - Diva
Genre : Adventure Remaja
Tanggal Tayang Film : 22 Maret 2016 (Indonesia)
Rumah Produksi : Vidi Vici Multimedia

Review Film My Journey: Mencari Mata Air
Terlepas dari beberapa kekurangan seperti lokasi yang berasa loncat-loncat dan tidak nyambung, film ini sarat dengan edukasi seperti pengetahuan tentang capung yang menjadi indikator bagi kemurnian air dan sebagai sumber inspirasi serta cikal bakal dari pembuatan pesawat terbang dan helikopter.
Kita juga diajak untuk bangga pada negara kita, karena Indonesia merupakan tengara penyumbang oksigen terbaik dan terbesar ke 3 setelah Brasil dan Amerika Latin.

Lalu ada sosok Alina (Martina Tesela) pengajar muda lulusan sebuah pergurua tinggi di Paris namun memilih untuk mengabdikan diri di tengah pedalaman Jawa barat. Ada pula scene yang menampilkan tarian serta adat tradisi budaya lokal. Bila diterjemahkan semua itu sebagai sebuah pesan moral agar kita menghormati dan diajak untuk mengenal serta ikut melestarikan budaya serta tradisi yang merupakan salah satu akar adat istiadat di negara kita.

Untuk sinematografi keren banget meski katanya hanya diambil dengan kamera go pro. Gambarnya memanjakan mata dan imajinasi.
Untuk selengkapnya saksikan film My Journey di bioskop kesayanganmu dan jangan lupa ajak teman dan keluarga ya.