Wisata Kuliner Khas Pangkalpinang

Beberapa hari yang lalu saya diberi kesempatan selama 3 hari untuk mengunjungi kota Pangkalpinang yang belum banyak terjamah wisatawan. Kota di bawah pimpinan Ir. M. Irwansyah ini, selain alamnya yang eksotis ternyata banyak sekali wisata kuliner yang wajib dicoba saat bertandang ke kota yang tengah berbenah di bidang pariwisata ini. Berikut rangkuman kuliner yang saya cicipi di sana.

1. Hari pertama menginjakkan kaki di Pangkalpinang saya mencicipi sarapan Mie Kobak yang terdiri dari mie kuning dengan kuah kaldu ikan yang khas di daerah Bangka Barat.



Warungnya sangat sederhana, namun pengunjungnya ramai sekali.Menjelang siang saya bertandang ke sebuah restoran Raja Laut di daerah  Sungai Liat dengan menu:

Ikan tenggiri bakar.

Meski tanpa bumbu tenggirinya terasa enak karena masih fresh. Lebih nikmat di nikmati dengan cicilan sambel terasi khas Pangkalpinang dengan tambahan jeruk cui atau di sini lebih di kenal dengan nama jeruk kunci.


Cumi goreng tepung. 

Sajian ini mungkin sudah biasa di temui di Jakarta atau di tempat lain. Namun karena cuminya fresh jadi terasa gurih dan manis.


Baso ikan kuah. 

Sempet males mencicipi kuliner yang satu ini, tapi pas nyoba ternyata rasa luar biasa. Dengan bumbu yang tipis dan isi yang minimalis, hanya baso ikan dan potongan sawi putih namun bikin melek dan ketagihan.

Kepiting Saus Tiram.

Meski bumbunya kurang meresap tapi rasa kepitingnya manis dan segar. Saus Tiruannya oke.



- Lempah Kuning Laut

Kuliner tradisional khas Pangkalpinang ini juaranya di sini. Ikan kakap merah dengan kuah kuning yang tipis dan segar dengan tambahan potongan nanas. Yummmy banget deh.



2. Hari kedua saya dan rombongan diajak goes Asmara alias aspirasi masyarakat oleh Pak Walikota Pangkalpinang. Dengan mengambil start di balai kota dan finish di Pantai Pasir Padi.

Di pantai ini kita di suguhi sarapan di warung  Kangen Laut dengan aneka kuliner yang khas dan hanya ada di Pangkalpinang.

Lakso

Penganan khas yang terbuat dari tepung beras dan sagu ini di siram dengan kuah ikan. Kuliner ini mengandung nilai gizi tinggi dan biasa di santap saat sarapan.



Pantiaw

Atau kita mengenalnya dengan kwetiaw. Penyajiannya tak jauh beda dengan Lakso, disiram dengan kuah ikan.



Tai Fu Sui. 

Susu kedelai yang di sini lebih di kenal dengan nama air tahu. Sempat bingung pas ditawari minuman air tahu ini sama Pak Wali,  namun pas si ibu yang punya warung menyebut Tai Fu Sui, barulah aku ngeh. Hehehe  ...

- Mie Siram

Tak jauh beda dengan mie Kobak, mie kuning dengan bumbu ikan di siram air panas. Terasa segar saat di beri perasan jeruk kunci dan sambal.



- Satu lagi lontong dengan kuah dan potongan iga sapi. Saya lupa namanya apa. Sajian ini menjadi favorit dan langsung habis.



Siangnya kami mengunjungi restoran Asui, yang terletak di kawasan etnis Tionghoa, daerah Menumbing. Meski peranakan namun sajian di sini di jamin halal. Menu makan siang kali ini tak jauh dari menu yang kemaren yaitu cumi goreng tepung, ikan bakar, cah kangkung udang rebus, Lempah Kuning dan kepiting bumbu asem manis.




Juara di restoran ini kepitingnya, yang membedakan dengan sajian kepiting sebelumnya adalah bumbu yang terasa meresap hingga daging. Paduan jahe dan saos tomatnya pas banget belom lagi cangkang kepitingnya yang mudah di kope. Bisa gak berhenti makan nih. Hehehe  ...

Udangnya pun tak kalah yummy, meski hanya direbus, mungkin karena fresh jadi terasa gurih dan manis. Selain makan berat, Pangkalpinang juga terkenal dengan aneka cemilan khas yang kebanyakan terbuat dari ikan.



Empek-empek.
Atau di sebut juga dengan nama kelsan di beberapa daerah Bangka. Meski serupa namun tak sama dengan empek-empek khas Palembang. Mungkin karena ikannya yang menjadi bahan dasarnya yang membedakan.



Otak-otak. 
Penganan ini sudah banyak tersebar dan mudah di temui di Jakarta. Tapi menikmati di kota asalnya terasa berbeda.



-Getas, kerupuk ikan, steak telor cumi. Cemilan khas ini biasanya menjadi oleh-oleh wajib para wisatawan.





Masih banyak kuliner lainnya yang belum saya cicipi. Mudah-mudahan diberi kesempatan lagi untuk mengunjungi kota pesisir ini.Dan mudah-mudahan juga tulisan ini bisa menjadi referensi buat yang mau jalan-jalan ke Pangkalpinang.