Trip Kelas Blogger di Pangkalpinang (hari pertama)

Semua berawal dari deringan telpon di suatu malam dari Kang Arul, dia menanyakan, apakah aku bersedia mengikuti acara traveling bersama Kelas Blogger guna mengeksplorasi kota Pangkalpinang.

Tawaran itu langsung aku iyakan. Alhamdulillah banget, akhirnya keinginanku untuk bisa bertraveling di tahun ini bisa terkabul. Padahal aku tidak pernah bermimpi lebih, hanya ingin jalan-jalan ke luar dari rutinitas sehari-hari yang membosankan.


Acara yang berlangsung dari hari Sabtu hingga Senin tanggal 27-29 Februari 2016 ini diikuti oleh 12 anggota Kelas Blogger, 6 orang dari peserta pilihan. Dan asiknya kita semua kompak jadi berasa banget serunya.

Kami berdelapan belas berangkat dari bandara Soekarno Hatta pada hari sabtu tanggal 27 Februari 2016, pukul enam lewat empat puluh menit dan mendarat di bandara Dipati Amir pukul tujuh lewat empat puluh menit. Tidak ada perbedaan jam di sini dan Jakarta.

Penerbangan yang pendek tapi mengesankan, karena selama mengudara bisa melihat mentari pagi yang indah. Perjalanan ini di fasilitasi oleh Sriwijaya Air.


Begitu mendarat di bandara Dipati Amir para peserta Kelas Blogger langsung narsis. Hehehe ... Lalu kami diajak menikmati sarapan pagi di sebuah warung mie legendaris.

            

Setelah sarapan mie Kobak di daerah Bangka Barat, Kelas Blogger memulai tripnya dengan mengunjungi Bukit Menumbing, di mana terdapat rumah pengasingan Soekarno pada tahun 1948.


Seru, karena untuk mencapai tempat ini kita melewati jalan bergelombang dan hutan yang rindang. Sepanjang jalan tampak perumahan warga yang jaraknya jauh-jauh, kebun sawit dan beberapa lahan yang tampak masih kosong. Sekilas mengingatkanku akan daerah Tasik dan Taman Safari.


Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Tanjung Kalian untuk melihat mercusuar yang dibangun sejak tahun 1862. Wihhh, lumayan capek karena kita harus menaiki tangga setinggi 65 meter agar bisa sampai di puncak menara. Di sekitarnya pantai tampak hamparan pasir putih kurang lebih sepanjang 5 km dan beberapa bangkai kapal yang sudah tua. 

Tampak pula pelabuhan tua Kota Muntok. Di sekitar semenanjung terdapat tugu peringatan korban pembantaian massal di Pulau Bangka yang terjadi pada tahun 1942.


Dari Tanjung Kalian kami beralih ke Museum Timah yang merupakan tempat bersejarah bekas gedung Banka Tinwining Berdrift,  Perusahaan Timah Belanda di Pulau Bangka pada masa Kolonial. Saya sempat berbincang dengan seorang bapak tua penunggu museum yang menunjukkan beberapa destinasi yang wajib di kunjungi di Pangkalpinang ini lewat layar lcd. 

Rasanya kurang puas menjelajahi tempat ini, karena banyak hal yang bisa di ekspor dari bangunan tua namun kokoh ini.


Setelah keliling-keliling, para peserta diajak makan siang di rumah makan Raja Laut, Sungai Liat dengan menu seafood. Wihhh, semua sajiannya fresh banget. Ada cah kangkung, cah tauge, goreng ikan tenggiri, goreng cumi tepung, kepiting saus tiram dan lempang kuning ikan kakap merah. Untuk kuliner akan saya bahas tersendiri nanti ya.


Hari pun mulai sore, lalu kita mulai bergeser menuju hotel yang terletak di sekitar pantai Parai, Marina Bay, Sungai Liat. Setelah narsis di sekitar pantai, Aku dan Sari teman sekamarku selama perjalanan ini memilih sesaat bersantai di cottage yang telah disediakan  sebelum acara malam ini berlanjut. Baru nyadar ternyata cottage ini milik EL-JOHN, salam hangatku buat Daddy John dari Pantai Parai.

Malamnya kami berkumpul di kamar Kang Arul, dan mendapat beberapa materi pelajaran, salah satunya cara membuat video lewat hp dari Mas Dede. Asyik, tambah lagi deh ilmuku.


Foto:dokumentasi KelasBlogger.