Untuk Sebuah Nama

Bila kemarin ada yang bertanya, siapakah orang yang paling aku benci; kamu yang pertama melintas di benakku.
Ya, kamu orang yang paling sulit untuk dimengerti dan tak bisa mengerti aku.
Tapi bila hari ini ada yang bertanya hal serupa, jawabannya adalah; diriku sendiri.
Ya, aku benci diriku sendiri yang  selalu tidak bisa jadi diri sendiri. Membiarkan diri terkurung dalam dunia asing dan selalu berusaha menjadi seseorang yang kamu mau.
Dan hari ini, aku ingin berdamai dengan diriku sendiri, memaafkan amarah yang meluap, membuang benci yang meracuni diri, menutup luka yang menganga serta menghentikan air mata yang terbuang percuma.
Dan untukmu, kuucapkan terimakasih, karena tanpa kau sadari, kamu telah mengajariku arti sabar dan berkorban.
Ini bukan siapa yang benar dan siapa yang menang. Ini tentang kita yang salah merapal mantra cinta, yang sejatinya tidak pernah ada diantara kita.
image