Meet & Greet Bareng Hanum Rais dan Acha Septriasa

Sabtu tanggal 12 Desember 2015. Siang ini, saya berangkat dari rumah dengan diiringi hujan yang cukup deras. Sempat pesimis bisa sampai ke tempat acara tepat waktu. Tapi, ternyata hujan hanya sampai pertengahan perjalan saya saja. Sesampainya di stasiun Tanah Abang, matahari bersinar terang benderang.

Setelah berkutat dengan kemacetan dan beberapa urusan lain, akhirnya saya melangkahkan kaki menuju Jakarta Convention Center, untuk mengikuti acara Meet & Greet serta Launching buku Faith and The City karya Hanum Salsabiela Rais, bareng warga KOPI.


Acaranya sendiri merupakan rangkaian dari Kompas Gramedia yang tengah menggelar Kompas Gramedia Fair 2015 yang berlangsung dari tanggal 11 sampai 13 Desember 2015 ini.
Launching di mulai setelah maghrib, selain di hadiri oleh Hanum sendiri juga turut hadir sang suami, sekaligus patner dalam menulis Rangga Almahendra, dan Acha Septriasa, pemeran Hanum di film 99 Cahaya Di Langit Eropa dan Bulan Terbelah Di Langit Amerika. 


Acaranya sangat singkat dan padat. Berasa hidup berkat kepiawaian host yang ternyata adik kelas dari Acha.

Faith and The City merupakan novel ke empat karya Hanum yang di cetak di Gramedia, dengan mengangkat cerita sisi gelap dunia jurnalistik. Judul terisprasi dari film Sex in The City. Novel ini diselesaikan dalam waktu satu setengah bulan, dengan ketebalan 200 halaman. Beberapa karakter yang ada di novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika, kembali hadir di dalam novel ini. Buku yang bisa di baca untuk semua kalangan.

Ini beberapa kutipan dari ucapan Rangga Almahenrda yang saya suka.

"Peran media sangat penting dalam kehidupan masyarakat, bisa menenangkan tetapi bisa juga menghancurkan."
"Salah satu yang membuat masyarakat terbelah juga adalah media yang selalu merujuk pada sistem rating."
"Iman itu seperti matahari, harus bisa bersinar terang. Sedang amalan itu seperti bulan."

Membahas isu global Islamopobia, Film Bulan Terbelah Di Langit Amerika, sangat relevan sekali untuk menjawab semua fenomena teroris yang sedang merebak. Hanum dan Ranga ingin mengangkat kebaikan islam dengan cara berbeda.

Dalam bedah buku Bulan Terbelah Di Langit Amerika, Rangga menyinggung tentang keberadaan patung Nabi Muhammad SAW yang berada di dalam gedung Mahkamah Agung Amerika, dia menjelaskan kalau dari dirinya tidak  keberatan bila patung tersebut tidak masuk dalam proses pengambilan gambar dan diganti dengan adegan yang lain.

Suami dari Hanum Rais ini, juga menceriterakan bagaimana petugas dari Mahkamah Agung itu mengatakan padanya, seharusnya dia sebagai seorang muslim bangga karena patung tersebut di jadikan sebagai simbol keadilan di negeri non muslim ini.

Pembuatan film Bulan Terbelah Di Langit Amerika tidak mendapat kendala apapun selama syuting, justru kerikil datang dari Lembaga sensor Indonesia, mereka takut saat melihat bendera di pakai sebagai hijab. Padahal orang Amerikanya sendiri tidak keberatan.

Bagi Acha memerankan Hanum merupakan tantangan tersendiri. Terlebih sosok yang ia mainkan berstatus sudah menikah dan berhijab, sedangkan dirinya belum. Sebisa mungkin dirinya membangun chemistry dengan Abimana Aryasatya, yang berperan sebagai Rangga.

Buat Acha memakai hijab itu merupakan tanggung jawab yang besar. Masyarakat juga harus mengerti aktor itu adalah tugasnya untuk menyampaikan dan menghidupkan karakter. Jadi bagi dia karakter di film dan kehidupannya nyata harus di pisahkan.

Selama proses syuting Acha memfavoritkan negara Spanyol, terutama daerah Cordoba, di mana ada salah satu masjid yang berubah menjadi Gereja, sedang Hanum lebih menyukai Austria dan Rangga menfavoritkan IstambulTurki.

Di akhir acara kita di suguhi OST Bulan Terbelah di Langit Amerika yang dinyanyikan oleh artis International, Arkarna dan Andini dengan judul Jangan Salahkan Cinta.
Tonton VIDEO CLIP-nya di https://youtu.be/y3IBgQ3CPJg


Ini tulisan saya yang ketiga mengulas film Bulan Terbelah Di Langit Amerika, setelah Cerita Di Balik Film Bulan Terbelah Di Langit Amerika dan Ngopi Asik Bersama Hanum Rais. Terimakasih sudah membaca artike saya.