Cerita Di Balik Film Bulan Terbelah Di langit Amerika

Siapa yang tidak kenal dengan Rizal Mantovani, sutradara yang sudah malang melintang di dunia perfilman Indonesia. Dalam waktu dekat, sineas papan atas ini tengah bersiap untuk meluncurkan film religi terbarunya dengan judul Bulan Terbelah Di Langit Amerika. Yang akan tayang secara perdana di bioskop XXI pada tanggal 17 Desember 2015 mendatang.

         
Film yang di adaptasi dari sebuah novel karya Hanum Rais, yang juga penulis 99 Cahaya Di Langit Eropa ini, kembali menggandeng Aktor cantik Acha Septriasa serta Maxsima Film sebagai produsernya.

Seneng banget hari ini di ajak KOPI, yaitu Koalisi Online Pesona Indonesia, untuk ketemu dan ngobrol asik bareng Acha Septriasa dan Pak Yoen K dari Maxsima.
Di sini Acha bercerita tentang proses yang ia harus jalani selama pembuatan film yang berlokasi di empat negara bagian Eropa ini.

Menurut Acha, di film ini dia diberi kebebasan oleh Rizal dalam berekspresi dan membangun karakter tanpa keluar dari alur cerita.

Selama pembuatan film ini Acha dan pemain lainnya tinggal di sebuah rumah di Middle Village New York selama 45 hari. Serta di kawal oleh NYPD sejak turun dari pesawat sampai selesai.

Hal ini di karenakan pihak Maxima mendaftarkan ijin pembuatan film ini dengan benar.

"Jadi jangan percaya dengan orang yang mengatakan membuat film di luar negri tanpa ijin lebih murah, yang jelas dengan mendaftar dengan benar kerja kita lebih mudah, " jelas Yoen K, selaku Eksekutif Produser Maxsima Pictures.


Sinopsis film Bulan Terbelah Di Langit Amerika.


Setelah mendapat  kiriman email video seorang gadis berjudul "Do you know my Dad?", Hanum (Acha Septriasa) seorang jurnalis muslim yang bekerja di sebuah kantor berita di Wina, diberi tugas untuk menulis artikel provokatif oleh bos redaksinya, dengan judul "Apakah dunia lebih baik tanpa Islam?"

Untuk melaksanakan tugasnya, Hanum harus bertemu dengan korban tragedi 911 di New York, Azima Hussein (Rianti Cartwright), seorang mualaf yang bekerja di sebuah museum, dan anaknya, Sarah Hussein.

Pada saat yang bersamaan, Rangga (Abimana Aryasatya) suaminya, juga ditugasi oleh Profesornya untuk mewawancara seorang miliuner dan philantropi Amerika bernama Phillipus Brown, demi melengkapi persyaratan S3 nya. Brown dikenal eksentrik, misterius, serta tidak mudah berbicara dengan media. Rangga diminta untuk menemui Stefan (Nino Fernandez) dan kekasihnya Jasmine (Hannah Al Rashid) yang berada di New York, yang telah mengatur pertemuan eksklusif dengan Brown.

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, tugas mereka berantakan ketika sebuah demonstrasi besar-berakhir ricuh dan membahayakan keselamatan mereka.
     
Mungkinkah Hanum dan Rangga bertemu kembali? Berhasilkah mereka menyelesaikan tugas? Apa jawaban artikel Hanum dari seluruh perjalanannya di Amerika?
Mari cari jawabannya dengan menyaksikan Film Bulan Terbelah Di Langit Amerika di studio XXI pada tanggal 17 Desember 2015. Don't miss it!




Para pemain: 
Acha Septriasa 
Abimana Aryasatya
Nino Fernandes
Rianti Cartwright
Hanah Al-Rasyid

Catatan dari Sineas Rizal Mantovani menjelaskan, 'Adaptasi' adalah sebuah kata penting dalam perubahan medium dari buku ke medium film.

Adaptasi sendiri berarti menyesuaikan, dalam hal ini menyesuaikan dengan medium film yang waktunya hanya sekitar 100 menit, keterbatasan visual yg tidak mungkin mengalahkan visualisasi pembaca buku, serta masalah-masalah yang setiap hari terjadi di set film. Namun yang paling penting menurut saya adalah bukan detailnya, tapi intisarinya.

Semoga intisari dari buku dan film tetap sama. Itu harapan kami semua tim film 'Bulan Terbelah Di Langit Amerika'.

Islamophobia jelas masih ada. Masih sangat banyak persepsi orang di barat yg menuduh Islam sebagai agama yg mengajarkan tindakan-tindakan teroris bukan agama yang mengajarkan kedamaian.


*foto dari document Maxsima Pictures dan KOPI.