Sekilas Pandang Tentang IIBF 2015

Indonesia Internasional Book Fair, atau di singkat dengan IIBF 2015, adalah ajang pameran buku internasional ke dua yang di selenggarakan oleh IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) yang merupakan ajang tahunan para bibliofil yaitu para penggiat dan pecinta literasi, guna membangun minat baca, kreatifitas dan mendorong para penerbit dalam negri untuk lebih maju serta dapat membawa karya para penulis kita hingga manca negara.

Tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan terpilihnya negara kita, Indonesia, sebagai negara Asean pertama yang menjadi Guest of Honour di Frankfurt Book Fair 2015, yang diselenggarakan di Jerman.

IIBF kali ini di selenggarakan di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, pada tanggal 2 sampai 6 September 2015. Dengan The Gues Of Honornya Korea Selatan, cocok banget dengan suasana kekinian anak muda kita yang sedang demam dramkor.

Pameran kali ini kurang lebih diikuti oleh lebih dari 30 peserta, media partner dan sponsor, diantaranya, Republika, Antv, Allega, Hanin Post, Femina, CitaCinta, Reader's, Lotere, Mina, Cipika Bookmate, JW org, Airporteve Buku kita, CGV dan masih banyak lagi.

Selain pameran buku dari para penerbit ternama, acara juga di isi oleh Launching buku, bedah buku, talk show inspiratif, aneka lomba, gelar budaya, K-pop show dan Korean Art Performance yang sangat menarik. Acara di bagi di dua stage berbeda, hingga bikin bingung mau milih acara yang mana karena masing-masing punya kelebihan sendiri.

Banyak banjir hadiah dan grand prizelah hal yang paling di tunggu yaitu, 10 paket wisata ke Korea. Syaratnya mudah banget, hanya menunjukan struk belanjaan, berapapun nominalnya, sudah bisa mengikuti undian.
Dari perwakilan pemerintah hadir mini stage stan galeri Mahakarya Kemendikbud RI yang juga menyajikan banyak acara menarik lainnya.

Acara yang di buka tanggal 2 September ini pada awalnya terasa sepi. Pengunjung baru terasa signifikan di hari ke tiga hingga penutupan. Mungkin karena weekend. Tapi memang terasa lebih sepi di bandingkan tahun kemaren, baik dari segi pengunjung maupun peserta.

Hal ini di amini oleh Rosidayati Rosalina, selaku Ketua Kompartemen Promosi Buku dan Pengembangan Minat Baca. Beliau mengatakan bahwa tempat yang terbatas dan harga sewa yang lebih mahal sangat memungkinkan para peserta enggan untuk berpartisipasi. 

Hal senada pun disampaikan oleh Ketua IKAPI, Lusi Andang Lestari, "memang tidak mudah memindahkan dan menyelenggarakan sebuah pameran apalagi bertaraf Internasional, namun kami percaya dengan kerja keras tim penyelenggara, kedepannya akan lebih baik."

Acara yang paling diminati adalah talkshow dan launching buku. Mungkin karena para pembicaranya seperti, Onno W. Purbo, Bambang Kantono, Glory Oyong, Arif Hamka, Taufik Ismail, Zen Zainal, Prop.Dr. Komarudin Hidayat, Bapak Anies Baswedan, Andy F. Noya, Ikhsanun Kamil, Futue, Nur Hayati, Irene Rahmawati, Dr. Firman Venayaksa, Dr. Dewi Utama Faiza, Harkristuti Kamil, Yuli Asmini,  Sutoyo Rais, Jeanetta L. Suhendro, Zita  Aniani, Aguk Irawan MN, Yan Djoko Pietono, Sapardi Djoko Damono, Iwan Setyawan, Yudi Lesmana, Maman Suherman, Asti Husain, Doni Dirgantoro, ChrisThompson, Muhamad Syahikh, Shin Young Duk, Ibnu Wahyudi, Sujiwotejo, Tere Liye, Pidi Baiq, Ayu, Jenny Thalia  dan Ririn Bogar merupakan penulis dan pembicara ternama dan terkenal hingga banyak menarik pengunjung.

 Pada tanggal 6 September kemarin, acara pun resmi ditutup dan di akhiri dengan meriah oleh penampilan Jakarta Korean Father's Ensemble Performance. Lalu penyerahan trofi untuk stand terbaik, serta penarikan undian grand prize ke 9 dan ke 10. 
Annyeong haseo ... sampai jumpa di IIBF ke 3 pada tanggal 28 September sampai 02 Oktober 2016. Semoga penerbitan dan perbukuan di tanah air kita semakin maju. Salam literasi!