Runaway to Heaven, Sebuah Novel Religi Yang Menyentuh Hati

Menulis novel untuk beberapa orang mungkin sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama, namun tidak untuk penulis yang satu ini. Hengki Kumayandi, penulis yang novelnya kerap kali menduduki Best Sellers ini hadir kembali dengan novel barunya yang berjudul Runaway to Heaven.

Penulis dari Tell Your Father I'am Moslem, Insya Allah, You Find Your Way, dan Vanjay ini, masih bertutur tentang cinta dalam genre religi seperti novel sebelumnya, namun kali ini Hengki mengangkat cerita tentang kasih sayang antara adik dan kakak. Selalu mengharu biru sesuai ciri khasnya.

Berikut kutipan blurb dari novel terbarunya.

Judul: Runaway to Heaven
Penulis: Hengki Kumayandi
Penerbit : Elex Media Komputindo (LaiQa)
Editor : Pradita Seti Rahayu
ISBN : 978-602-02-7365-5
Harga : IDR 46.800
Terbit : 5 Oktober 2015

Dari waktu ke waktu, aku tak pernah menemukan arti kebahagiaan. Selalu berlari secepat angin dari masalah satu ke masalah lainnya. Namaku Tama Janowitz. Karena konflik di tanah kelahiran, aku dan adikku Alicia harus pergi ke sebuah negeri yang tak pernah kami tahu sebelumnya. Petualangan demi petualangan kami dapatkan. Bahkan aku sampai masuk ke penjara dan terpisah dari adikku tersayang, Alicia.

Semua yang kulakukan hanya satu. Menemukan Alicia, meyakinkannya bahwa aku kakaknya, dan menjaganya seumur hidup. Sehingga, suatu saat nanti, aku, Alicia, dan Mama bisa berkumpul di surga-Nya.

“Kenapa warna kulit manusia harus berbeda?” Saat kuajukan pertanyaan itu, Lee tampak sedikit terkejut tapi kemudian mampu meredamnya kembali. Dia memilih sebuah batu besar untuk duduk, sementara aku tetap berdiri di sampingnya.

“Tanah ini terang kecoklatan.” Dicakupnya tanah kering yang ada di dekat sepatu ketsnya. Lalu dari celah-celah jemarinya, tanah itu dia biarkan keluar, meluncur turun mengikuti gravitasi. “Tuhan menciptakan tanah ini berwarna terang karena ada sebabnya, Tama. Semakin banyak kandungan bahan organik dalam tanah, maka akan semakin gelap warnanya. Begitu juga warna kulit manusia. Tuhan membuat kulit kita mampu beradaptasi sedemikian rupa dengan kondisi alam yang kita tempati. Di daerah tropis seperti Afrika ini, matahari seakan begitu dekat, hingga kulit mereka dibuat gelap oleh banyaknya pigmen untuk melindungi mereka dari paparan sinar ultraviolet yang bisa memicu kanker kulit.”

“Warna kulit ini juga membuatku terlihat berbeda, Lee.”

“Tuhan mungkin ingin menunjukkan sesuatu padamu, Tama.” Matanya yang sipit memicing memandangiku dengan bibir melengkung ke atas. Dia bangkit dan menepuk-nepuk pundakku.

Testimoninya pembaca:

“Emosional! Bener-bener mengharukan. Novel serius pertama yang membuat gue nggak ingin berhenti membacanya sampai selesai.” – Ojan, Aktor Sketsa Trans TV

“Luar biasa! Novel religi universal yang menyayat hati. Mengalir dan menggugah rasa penasaran. Seru!” Haris Firmansyah, penulis novel 3 Koplak Mengejar Cinta. 

Congrats Hengki Kumayandi! Salut, di sela seabreg kegiatan yang begitu menyita waktu, kamu selalu bisa menyempatkan diri untuk menyelesaikan novel ini. 

Just info, laki-laki yang masih betah melajang ini, selain penulis novel, doi juga piawai menulis skenario. Salah satunya sudah tayang di televisi swasta nasional kita. Cek it out! 

Buat yang penasaran silahkan hubungi funpagenya di www.facebook.com//hengkikumayandi