TAHUKAH KAMU


Di pelataran hari yang kian menepi 
Kunikmati jingganya senja bersama secangkir kopi seduhanmu
Terasa begitu hangat dan manis hingga semut-semut berlari karena iri
Namun takkan kubagi meski setitik pun

Biarkan mereka cemburu
Hujan dan angin ikut menyeduh rindu
Kilat dan petir mengaduh malu
Saat kau dan aku membunuh waktu

Ukir cerita lukis pelangi
Beri warna pada bingkiai hari
Usir resah 
Buang gelisah


Tahukah kamu,
Senyum itu ada karenamu
Masih untukmu
Dan selalu untukmu