KETIKA KAU KURINDU


Di pelataran malam yang kian tua
Selaksa resah menelisik raga
Ombak gelisah menggulung dada
Hadirkan rerintik di dini koyakkan netra

Kau! 
Dan hanya ; kau
Yang selalu mengusik kalbu
Bermain-main di imajiku

Menjerat mimpi-mimpi
Peluk diri dengan janji
Hingga kurela berjalan tanpa pelangi
Melebur senja dengan pagi

Kau!
Dan hanya ; kau!
Yang mampu buatku mencuri waktu 
Tabur butiran garam pada luka yang lalu