SENIN PAGI


'Ku awali hari dengan secangkir kopi basi dan remah-remah
roti sisa kemarin.
Berebut sisa manis dengan semut-semut yang sama lapar.
Meski terasa hambar namun kutelan jua, mungkin karena
bercampur dengan rasa semut yang tak sengaja kutelan atau
kopiku yang entah sisa kapan.
 
Aku pun tak tahu.
Seekor semut sempat menggigit ujung bibir menyisakan rasa
gatal yang membakar sabar
Maafkan aku semut karena kau harus berakhir di perut, siapa
suruh kerubuti sisa kopi dan remah rotiku.