Mengenal Kuliner Pangkalpinang.

Setelah bulan lalu selama tiga hari dua malam mengenal pariwisata dan kuliner Pangkalpinang, kali ini saya kembali menginjakkan kaki ke wilayah kepulauan ini guna meliput acara puncak dari ritual Ceng Beng.


Ritual Ceng Beng (Hokkian) yang berarti cerah dan terang atau dikenal juga dengan festival Qingming adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan berziarah ke kubur para leluhur. Tapi tulisan saya kali ini bukan untuk membahas tentang Ceng Beng, melainkan mencoba menuangkan ingatan tentang beberapa makanan yang sempat saya dan anggota Kelas Blogger cicipi di sana.
Saya akan mengawali dari Rumah Makan Aju  yang terletak di Jalan Dapati Hamzah no. 3A Ruko Hijau Loting. Rumah makan peranakan ini memiliki menu andalan berupa  Kepiting Asap, Udang asap dan Kuah Asem Pedas.

Kepiting Asap. 

Hari pertama datang ke rumah makan ini hanya mendapat 1 porsi kepiting asap sedangkan kami datang ber sebelas. Jadi harus rela hanya mencicipi bumbunya saja. Baru hari ke dua saya bisa menikmati lezatnya kuliner yang banyak peminatnya ini. Bumbunya enak dan pas, tidak terlalu pedas. Kepitingnya tak seempuk masakan Asui. Tapi buat bumbunya juara. Sayang saya kurang tahu itu terdiri dari apa saja.


- Udang asap

Bumbunya tak jauh berbeda dengan kepiting asap. Rasanya leker banget.


Kuah Asam Pedas ikan Cantik Manis

Masakan yang satu ini juara banget, rasa pedas dan asemnya pas banget. Ikannya pun enak. Sayang pas hari kedua di suguhi menu yang sama tapi dengan ikan yang berbeda jadi rasanya tak sama. Entah kuahnya yang kurang kental entah apanya, yang jelas saya suka dengan kuah asam pedas pas hari pertama. Kentalnya pas rasanya segar banget.


- Lempah Kuning

Untuk lempah kuning ikan tenggirinya biasa saja. Gak jauh beda dengan Lempah kuning  Asui. Tapi enak, habis satu porsi sampai kepala-kepalanya nih. Mungkin karena lapar. Hehehe  ...

Lempah kuning hari kedua yang enak, mungkin ikannya yang berbeda atau kokinya yang tak sama.


- Ikan Jebung bakar.

Ikannya enak dan segar tapi sayang bumbunya kurang nendang. Saya coba kombinasikan dengan bumbu Kepiting asap, rasanya jempol, pedasnya nendang.


- Ikan Bulet Bakar 

Untuk ikan yang satu ini oke, tapi sayang dia datang terlambat, saya keburu kenyang dengan Lempah kuning.

- Kerapu Asam Manis.

Mungkin masakan ini sering ditemui di Jakarta, jadi sudah biasa tapi yang membuat berbeda karena ikannya di sini masih fresh jadi semua terasa enak.


Untuk masakan yang lain seperti tumis kangkung, cumi goreng tepung, dan tumis brokoli saya tidak akan bahas karena sudah biasa. Eh, tapi tumis kangkung tausinya enak loh di sini. Untuk minuman saya rekomen Es jeruk Calamasi, selain segar bisa menetralisir minyak dari makanan yang kita santap tadi.


Sebelum menghadiri acara puncak festival Ceng Beng kita sempat nongkrong sebuah kedai kopi legendaris dan terkenal di Sungailiat, yakni Warung Kopi & Roti Panggang Tung Tau, yang ternyata sudah berdiri sejak tahun 1938. Warung ini memiliki menu andalan Kopi O atau Kopi Hitam, Wedang Ungu serta aneka roti panggang.

        
Nama warung ini diambil dari nama pendirinya dan kini dikelola oleh generasi ketiga, yakni  Cheche Mariani. Di Kota Pangkalpinang sendiri ada tiga lokasi, di Jalan Toniwen dan    Jalan Depati Hamzah-Semabung Lama juga ada di  Jalan Soekarno Hatta. Waroeng ini selalu ramai. Selain cita rasa Kopi O yang terjaga keasliannya, juga karena warung ini buka 24 jam setiap hari.

Malam terakhir saya diajak Bang Fajri  dan rombongan dari Bandung untuk bertandang ke Neptune Pantai Pasir Padi sambil menikmati santap malam yang tak jauh dari seafood lagi. Meski hampir semua restoran menyajikan menu yang sama, tapi masing-masing memiliki keistimewaan tersendiri. Seperti rumah makan berbentuk perahu yang satu ini.

Sebenarnya saya tidak ingin makan karena sebelumnya rombongan kita udah cemal cemil di dekat lapangan Merdeka, belakang hotel tempat kita menginap. Tapi sajian Kepiting Lada Hitam dan Jantung pisang masak teri tak bisa saya tolak.

- Kepiting Lada Hitam

Saya sebenarnya kurang suka sama rasa lada hitamnya yang menyengat, suka bikin sakit tenggorokan. Kali ini makan kepitingnya harus berantem pake tang. Emhhh ... daging kepitingnya enak, masih segar dan manis.


-Jantung Pisang masak Teri

Saya tidak tahu pasti nama masakan yang satu ini, tapi dari rasanya jelas ini jantung pisang. Halahhhh ... Karena Bang Fajri hanya bilang itu jantung pisang campur ikan teri segar. Dengan potongan cabe rawit membuat setiap suapan memiliki sensasi tersendiri. Suka banget sama menu yang satu ini. Apalagi masak jantung Pinangnya sempurna gak kesat. Kalau gak kenyang dan gak malu aku pasti habis satu porsi tuh. Wkwkwkwk ...


Di restoran ini juga saya menemukan Lempah kuning dengan potongan nanas segar. Rasanya ajaib banget. Lunas sudah rasa kangen saya sama masakan khas kota pesisir ini. Itulah rangkuman wisata kuliner saya selama di  Pangkalpinang.

Semoga bisa jadi rekomendasi kalo mau pada berwisata ke sana.