Wa'alaikumsalam Paris Antara Realita Dan Mimpi

Selasa siang tanggal 8 Maret 2016, Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI) kembali mengadakan Mini conference bersama sutradara dan cast film. Kali ini kita di beri kesempatan ngobrol cantik dengan para cast film Wa'alaikumsalam Paris besutan Maxima Pictures dan Benni Setiawan yang telah sukses dengan Assalamu alaikum Beijing. 
            

Pada kesempatan ini hadir Kang Benni Setiawan, Velove Vexia, Nino Fernandez dan  Yodi dari Maxima  dengan mengambil tempat di markas KOPI, kantor Aswana Gedung Sarinah lantai 12, Jakarta Pusat.

Siapa yang tidak kenal Benni Setiawan, sutradara yang sukses dengan film Toba DreamBukan Cinta Biasa dan Tiga Hati   ini kembali dipercaya untuk menggarap sebuah film bergenre komedi romantis yang diadaptasi dari novel 99 Hari Di Paris. 

Film terbaru dari Maxima Pictures ini ingin menyuguhkan sebuah film komedi namun berkualitas kepada masyarakat yang mulai mencintai film Indonesia.

Awalnya film ini akan berjudul sama dengan novelnya, lalu berubah menjadi Mawadah Warohmah, Wasalam kemudian berubah lagi menjadi Waalaikum Salam Paris. Kang Benni mengungkapkan bila judul yang diambil berdasarkan pertimbangan dari produser yang melihat perkembangan dari pembuatan film tersebut. Mereka tidak ingin judul dan isi tidak sinkron atau bertolak belakang.

Film ini bercerita tentang Itje (Ice) yang diperankan oleh Velove Vexia, gadis kampung asal desa Bojong yang memiliki keinginan hidup kaya dan  bersuami pria bule.

Hingga suatu hari ia berkenalan dengan Clement (Nino Fernandez), seorang pria berbapak orang Paris dan ibu pribumi.
Tak lama kemudian mereka pun menikah.

Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, bagi Itje dan keluarganya karena setelah menikah, ia akan tinggal di Paris bersama sang suami.
Itje yang terlanjur bahagia karena bisa pindah ke luar negeri menjadi sedih seketika setelah mengetahui keadaan sebenarnya di Paris. 

Ketika expetasi tidak sesuai dengan kenyataan, Itje pun gundah gulana. Ia  harus menerima jika suaminya bukanlah orang kaya yang selama ini diimpikan.

Film yang dikemas dengan unsur komedi namun romantis ini ada beberapa kutipan religinya, yang menggambarkan seorang Clement yang berusaha meyakinkan Itje bahwa cintanya suci. Dalam film ini untuk pertama kalinya Nino Fernandez memerankan sosok bule dengan bule yang sebenar-benarnya.

"Jujur aja, saya gak bisa bahasa Prancis sama sekali," ujar Nino ketika ditanya menyoal aktingnya dalam memerankan sosok Clement yang merupakan sosok bule dari Paris.

Hal serupa juga dirasakan oleh Velove Vexia yang memerankan sosok Itje. Bagi Velove film ini merupakan tantangan baru dalam memerankan sosok Itje secara total. 

Itje seorang gadis kampung norak dan selalu ingin tampil trendy dan banyak mimpi. Mau gak mau sosok Itje ini menggambarkan masyarakat kita yang gak pernah lepas dari gadget biar terlihat eksis.

"Sosok Itje tuh kampungan banget. Saya sampe tutup muka saat melihat akting saya sendiri," ujar gadis manis yang dulu pernah bersekolah di Paris ini.

Untuk memerankan sosok Itje, saya sampai mengharamkan kulit dan  rambut biar terlihat lebih alami kampungnya, tambah Velove sambil tersenyum.

Meski ia sangat total dalam memerankan sosok Itje, mangun baginya "acting not being your self."

Benni Setiawan, selaku sutradara tak hanya menyutradarai tapi juga bertindak sebagai pengarah gaya hingga bisa menghadirkan sosok Itje dan Clement sebagai pasangan suami isteri yang romantis, di luar usaha dari Velove dan Nino sendiri yang membangun kedekatan atau chamisrty satu sama lain.

Film ini intinya ingin berbagi tentang susahnya beradaptasi dan  kenyataan yang tak sesuai dengan mimpi.

Pengambilan gambar lebih banyak dilakukan di Paris Selatan, kota yang hampir terlupakan. Mereka melakukan syuting kurang lebih 20 hari di sana dan 3 hari di Indonesia.

Penasaran? Jangan lupa saksikan film Wa'alaikumsalam Paris, 17 Maret 2016 diseluruh bioskop Indonesia.