SENANDUNG AKSARA JIWA


By : Mia/ Hermini Yuliawati


Suatu saat kau akan jemu dengan puisi-puisi rinduku yang mendayu merayu sendu.
Namun sebelum semua itu tiba, ijinkanlah kuungkap semua rasa yang kupunya. Hingga hanya waktu yang 'kan habisi hasratku tikam mauku.
Biar kularung semua asa hingga semua jendela terbuka, kelopak hari luruh bersama bayangmu.
Rangkum semua lara hingga temaram wajah langit berganti rupa, biru mengelabu mengurat sayu.



Tapaki jejak langkah meski kadang ayunan kian melamban, terjamah payah nan lelah.
Rengkuh butiran aroma tirta yang merajuk telaga, mengalir menganak sungai menuju muara jiwa.
Susuri lembah keindahan, sambangi tebing mimpi, hampiri pagi dengan kehangatan senja tanpa jengah
Cicipi cawan derita bahagia dalam lengkung lembar aksara. Hingga rona kalbu membelenggu kata suka.



Bila saat itu tiba biar kunikmati detak nadi, buncahkan dada, dalam gelisah yang mengulana.
Sekap raga dalam senandung dawai asmara, dentingkan serenada cinta, melagu beribu nada syahdu.
Layari samudera rindu genapi asaku dalam bentang canvas pelangi jingga
Satu yang kuingin kau tahu, semua ada karena ;hadirmu



#Lautanharap_D262014